Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Soal ekonomi mikro, PR pemerintah harus lihat China

Soal ekonomi mikro, PR pemerintah harus lihat China

Yogyakarta-KoPi| Ada kaitan erat antara sektor perekonomian dengan pemerintah. pemerintah sebagai eksekutif mengeluarkan sejumlah regulasi terkait perekonomian. Salah satunya regulasi ekonomi berbasis kerakyatan. Seperti Disperindagkop DIY, perpanjangan tangan pemerintah ini aktif mengadakan pelatihan ekonomi kreatif kepada UMKM DIY.

Menurut anggota UMKM Kecamatan Mergangsan, pihak dinas rutin memberikan pelatihan industri kreatif kepada masyarakat minimal sebulan sekali.  Namun untuk dukungan modal belum optimal.

Bahkan salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang menyanyangkan bantuan dana yang diajukan seringkali terkena potongan.

“Kalau dana kita ajukan dengan proposal, tapi ya dapatnya dikit. Misal kita ngajuin 10 juta nanti turunnya cuma 3 juta, itu juga dibagi untuk jumlah anggota kelompok, pemerintah harus jeli siapa yang harusnya dibantu”, papar Endang.

Bahkan anggota salah satu UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang tidak mau disebutkan namanya mengeluh susahnya akses modal dari pemerintah.

“Pemerintah Indonesia itu banyak korupsinya. Jujur saja, dana yang dari pemerintah ini kita tahu ada dana benar sama bohong. Harusnya ada fokus manajemen ekonomi”, jelasnya.

Dia juga menambahkan untuk kondisi ekonomi saat ini Indonesia susah bangkit apalagi untuk menghadapi pasar bebas 2015.

“Kalau pemerintah bilang siap pasar bebas, tapi kita di lapangan jelas tidak siap. Dari segi kebijakan, izin, dan modal pemerintah masih sangat kurang. Kita lihat China, di sana mulai dari produksi manajemen sampai pemasarannya perhatian pemerintahnya sangat luar biasa”, pungkasnya. |Winda Efanur FS|

 

 

 

back to top