Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Peserta difabel dari Vietnam hadir di AYSPP untuk pertama kalinya

Peserta difabel dari Vietnam hadir di AYSPP untuk pertama kalinya
Sleman-KoPi|Diantara 20 tim yang berkompetisi di ASEAN Young Socioprenuership Program(AYSPP) 2017, satu tim tampak berbeda dibandingkan tim-tim lainnya. Salah satu peserta dari tim asal negara Vietnam ini, merupakan seorang difabel tunarungu. 
 
Sebut saja namanya Trang ,gadis belia asal Vietnam ini merupakan seorang penderita tuna rungu atai tidak mampu mendengar. Lewat intrepretatornya atau penerjemah bahasa isyarat, Ia mengatakan bahwa  ini pertama kali dirinya datang berkunjung ke Indonesia dengan cara mengikuti kompetisi ini. Bersama rekan satu timnya yang bernama Anh, ia mengungkapkan dirinya sangat bersemangat setelah lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan berkunjung ke Indonesia. 
 
"Saya bangga dapat hadir sebagai perwakilan dari Vietnam dan mendapatkan kesempatan pertama kali datang ke Indonesia,menurut saya,Indonesia itu negara yang sangat indah,saya sangat ingin belajar budayanya. Dikompetisi ini saya juga bersemangat melihat banyak macam orang,"ujarnya lewat bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Anh, di Balai Senat UGM,Sabtu (16/9)
 
Trang pun menuturkan pada kompetisi ini,ia akan mengenalkan projectnya yang bernama the Youth Home. Youth home ini merupakan project yang diharapkannya dapat membantu serta menjadi media untuk mengenalkan kaum difabel tunarungu Vietnam di Negara ASEAN.
 
The Youth Home ini nantinya akan berbentuk sebuah komunitas berisikan anggota yang difabel dan non difabel. Tujuan dari komunitas ini adalah untuk saling mengajari satu sama lain agar komunikasi pada kedua pihak dapat terjalin. 
 
"Pada Youth Home ini, kami membuat komuintas seperti keluarga dimana yang difabel akan mengajari non difabel bagaimana berkomunikasi dengan cara bahasa isyarat yang merupakan bahasa wajib kaum difabel tunarungu,"tuturnya
 
Tak hanya membangun komunikasi, Trang pun juga akan membuat aktivitas kreatif lainnya seperti membuat minyak bahan alami,sabun buatan tangan menggunakan bahan alami seperti Bunga, kue buatan rumah. 
 
Meski demikian,ia pun mengimbuhkan tujuan utama dibentuknya Komunitas ini adalah untuk menghancurkan batasan antara yang tuli dan  yang tidak demi terbangunnya komunikasi pada kedua pihak.
 
"Kami berusaha menghancurkan pembatas tersebut agar sebuah konektivitas dari kaum difabel dan non difabel dapat terbangun untuk kita semua," tekannya
 
Sementara, dari Kepanitiaan AYSPP mengungkapkan rasa senangnya menerima pendaftar baru dari Negara Vietnam tahun ini. Lewat Event Organizer AYSPP, Agustina Kustulasari mengatakan bahwa ini pertama kalinya peserta difabel tuna rungu mendaftar di Kompetisi ini. 
 
Hadir nya Trang ini, sempat membuat khawatir pihaknya khususnya saat fase presentasi project nanti. Namun demikian setelah sang penerjemah bahasa isyarat  mengatakan mampu membantu,pihaknya tidak akan sungkan- sungkan menyeleksi terlepas apakah tim tersebut difabel atau tidak. 
 
"Pastinya presentasi dia (tim Vietnam) akan sangat menarik karena ini pertama kalinya ada presentasi dari kaum difabel kepada juri kami nanti,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top