Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pertemuan G20: Tantangan Ekonomi Dunia 2018

Pertemuan G20: Tantangan Ekonomi Dunia 2018

Istambul-KoPi| Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 melakukan pertemuan selama dua hari, pada Selasa lalu. Mereka merundingkan target dua persen dari pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2018.

Wakil Perdana Menteri Turki Ali Babacan mengatakan dalam konferensi pers bahwa G20 telah berkomitmen untuk mengembangkan strategi pertumbuhan yang komprehensif untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan dan seimbang dan meningkatkan potensi pertumbuhan.

"Strategi pertumbuhan kami bertujuan untuk meningkatkan investasi, angkat kerja dan partisipasi, meningkatkan perdagangan dan mempromosikan kompetisi," katanya.

Ketika menjawab pertanyaan tentang risiko dari "kelelahan reformasi," Babacan mengakui bahwa beberapa negara telah menghadapi itu karena biaya politik yang harus dibayar.

Namun, hanya mereka yang mengatasi kesulitan yang dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tambahnya.

Babacan juga mengatakan bahwa sebagian besar negara G20 menyatakan komitmen mereka untuk reformasi, 2015 akan menjadi tahun yang berat dari pelaksanaan reformasi ini.

Selama hari pertama pertemuan mereka, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral fokus pada agenda dunia dan membahas pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di ekonomi utama.

Pertemuan ini dihadiri oleh semua negara anggota G20. Turki juga mengundang Azerbaijan bersama dengan Malaysia. |xinhuanet.com |Winda Efanur FS|


back to top