Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pekerja Mcdonald Amerika tuntut upah $15 per jam

pic:guardian pic:guardian

Chichago-KoPi-Lebih dari 100 pengunjuk rasa  yang menuntut kenaikkan upah dan perbaikan kondisi kerja,  ditangkap Rabu 21 Mei 2014, di luar kantor perusahaan McDonald di Oak Brook, Illinois,  Amerika Serikat.

Sekitar 2000 pengunjuk rasa berbaris di sepanjang jalan kota Chicago menuntut hak membentuk serikat pekerja, kenaikkan upah menjadi $15 per jam tanpa syarat. Karyawan McDonald, Karyawan makanan cepat saji lainnya dan para para tetua gereja setempat saling bergandeng tangan sembari berteriak," Woi, McDonald kamu tidak bisa sembunyi, kami sudah lihat kerakusanmu! dan "Tak ada penggorengan tanpa menaikkan upah kami!"

Para demonstran bentrok dengan polisi anti hura-hara yang membubarkan aksi mereka. Sekurangnya 110 orang ditangkap setelah mereka melakukan pengedoran pintu McDonald.

Perusahaan-perusahaan makanan cepat saji, dengan semua keuntungan yang mereka dapat, memiliki tingkat kompensasi pekerja yang rendah, dengan rasio pembayaran CEO-to-worker yang mencapai lebih dari 1,000 pada tahun 2013. Studi sebelumnya yang meneliti keseriusan dari situasi tersebut menemukan bahwa rata-rata pekerja McDonald membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk dapat menghasilkan uang yang CEO hasilkan dalam satu jam, yakni sebesar $9,274.

Amanda Wenninghoff (28 Tahun) , misalnya, melakukan peerjalanann dari Kansas ke Chicago untuk berpartisipasi dalam aksi ujuk rasa tersebut. Dia sudah bekerja di  perusahaan itu selama sepuluh tahun, namun belum menerima kenaikan gaji sekalipun. Ia berjuang untuk menghidupi keluarganya dengan upah $ 8 per jam .

" Saya tinggal di rumah mobil dengan anak-anak saya karena tidak punya upah yang cukup untuk mendapatkan tempat tinggal  , " kata Wenninghoff pada Guardian . " Saya bergabung bersama teman-teman untuk menyelamatkan hidup mereka yang tidak mampu. "

Masalahnya  menjadi begitu serius, lebih dari separuh pekerja makanan cepat saji Amerika mengandalkan bantuan pemerintah untuk menebus gaji kecil yang mereka peroleh , bahkan ketika mereka bekerja 40 jam kerja seminggu , demikian menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Oktober oleh para ekonom di Universitas of California di Berkley .

Studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar pekerja makanan cepat saji ( 68 persen ) adalah orang dewasa yang tidak menikah atau menikah saat ini tidak bersekolah dan 26 persen membesarkan anak-anak - hal ini membongkar stereotip bahwa sebagian besar remaja bekerja sebagai loketing.

" Tidak mungkin bagi saya untuk mendapatkan dengan tanpa bantuan pemerintah , " kata Wenninghoff . " Setidaknya mereka bisa memberi upah pada kita dengan cukup, jadi kami bisa hidup, bukan malah membayar pajak."

sumber: guardian

back to top