Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pekerja asing di Jatim harus kuasai bahasa lokal

Pekerja asing di Jatim harus kuasai bahasa lokal
Surabaya-KoPi| Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, DPRD Jawa Timur menegaskan perlunya pembatasan untuk pekerja asing dan investor yang masuk Indonesia. Pekerja asing dan investor asing yang datang di Jawa Timur harus bisa berbahasa Indonesia dan bahasa lokal di Jatim.
 

"Meskipun pemerintah pusat memperbolehkan pekerja asing yang datang ke Indonesia tidak bisa berbahasa Indonesia, tapi di Jatim pemerintah provinsi harus memprotek tenaga asing yang datang dengan mewajibkan pekerja Asing bisa berbahasa Indonesia atau bahasa lokal," ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Da'im di DPRD Jatim, Kamis (10/9).

Menurut Suli, pewajiban untuk menguasai bahasa lokal tidak bertentangan dengan kaidah perdagangan bebas yang telah dikeluarkan oleh World Trade Organization (WTO). "Pewajiban ini nanti juga untuk melindungi tenaga kerja asli Indonesia," ujarnya.

Kewajiban pekerja asing untuk bisa berbahas lokal ini nanti juga akan dimasukan dalam salah satu materi Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang perlindungan tenaga kerja di Jatim. Raperda tersebut sedang dibahas oleh pihak stakeholder terkait dengan Pemerintah Provinsi Jatim dan DPRD. 

"Disnakertransduk Jatim sepakat melakukan pembahasan dengan komisi E, dan Insya Allah Perda ini akan selesai pada Desember mendatang,” ujar politisi asal Fraksi PAN Jatim ini.

back to top