Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pedagang Ayam: Tidak Ingin Ada "Permainan Harga"

Pedagang Ayam: Tidak Ingin Ada "Permainan Harga"

Yogyakarta-KoPi, Di bulan puasa selain harga sembako yang fluktuatif harga daging juga menjadi perhatian. Konsumsi daging baik ayam maupun sapi di bulan Ramadhan cenderung tinggi, berbanding lurus dengan harganya.(18/6).

Sebagaimana dikatakan oleh pedagang ayam broiler Pasar Beringharjo Yogyakarta Murniasih bahwa menjelang puasa harga ayam tidak tentu berkisar antara Rp 28.000-Rp 32.000/ Kg. Hingga lebaran harga ayam diprediksi terus merambat naik.

Hal yang diresahkan Murniasih dengan tidak tentunya harga berdampak pada keuntungan yang didapatnya. Melihat harga yang naik turun peminat berkurang dengan mengambil alternatif membeli sembako lain yang lebih murah.

“ Sebenarnya masalah harga itu bukan pada kewenangan dinas ekonomi terkait tapi terletak pada patokan harga dari peternakan ayamnya, kami di pasar cuma jualin sesuai harga sana. Kami berharap dari sana tidak mematok harga tinggi, soalnya kita bakal susah, misal kita ga bisa jual sesuai patokan sana kita yang rugi banyak”, Keluh Murniasih.

Mengenai hal tersebut Koordinator Pasar Beringharjo, Kabul Priyono juga sepakat tengkulak daging agar tidak bermain dengan harga. Sewajarnya para tengkulak memberi harga pasaran yang terjangkau bagi penjual daging.

Reporter : Winda Efanur FS

 

 

 

back to top