Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pedagang Ayam: Tidak Ingin Ada "Permainan Harga"

Pedagang Ayam: Tidak Ingin Ada "Permainan Harga"

Yogyakarta-KoPi, Di bulan puasa selain harga sembako yang fluktuatif harga daging juga menjadi perhatian. Konsumsi daging baik ayam maupun sapi di bulan Ramadhan cenderung tinggi, berbanding lurus dengan harganya.(18/6).

Sebagaimana dikatakan oleh pedagang ayam broiler Pasar Beringharjo Yogyakarta Murniasih bahwa menjelang puasa harga ayam tidak tentu berkisar antara Rp 28.000-Rp 32.000/ Kg. Hingga lebaran harga ayam diprediksi terus merambat naik.

Hal yang diresahkan Murniasih dengan tidak tentunya harga berdampak pada keuntungan yang didapatnya. Melihat harga yang naik turun peminat berkurang dengan mengambil alternatif membeli sembako lain yang lebih murah.

“ Sebenarnya masalah harga itu bukan pada kewenangan dinas ekonomi terkait tapi terletak pada patokan harga dari peternakan ayamnya, kami di pasar cuma jualin sesuai harga sana. Kami berharap dari sana tidak mematok harga tinggi, soalnya kita bakal susah, misal kita ga bisa jual sesuai patokan sana kita yang rugi banyak”, Keluh Murniasih.

Mengenai hal tersebut Koordinator Pasar Beringharjo, Kabul Priyono juga sepakat tengkulak daging agar tidak bermain dengan harga. Sewajarnya para tengkulak memberi harga pasaran yang terjangkau bagi penjual daging.

Reporter : Winda Efanur FS

 

 

 

back to top