Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pasar Indonesia jatuh bukan karena hukuman mati

milik:metronews.com milik:metronews.com

KoPi| Analis finansial Lin Che Wei membantah rumor yang menyatakan pasar Indonesia jatuh karena menjatuhkan hukuman mati. Lin Che We mengatakan bahwa jatuhnya pasar atau turunnya stock-market hanya sebuah kebetulan saja bersamaan dengan eksekusi hukuman mati beberapa waktu lalu.

Menurut Lin Che Wei, ada tiga penyebab dari market sell-off, pertama, kekuatiran melemahnya perekonomian di Indonesia .

Ke dua, Corporate Earnings dari beberapa perusahaan yg jauh di bawah harapan dan ke tiga, kekuatiran investor sehubungan pidato presiden di KAA dan debat tentang hutang IMF. Jadi tidak ada hubungannya antara Stock Market dengan hukuman mati. Demikian Lin Che Wei menjelaskan di Fbnya, 30 April 2015.|

back to top