Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pajak rokok naik, PHK tak terbendung

Pajak rokok naik, PHK tak terbendung
KoPi| Di tengah lesunya perekonomian nasional, pemerintah justru menaikkan PPN rokok demi mengejar target pajak. Langkah pemerintah tersebut dikhawatirkan menambah panjang daftar perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya.
 

Peraturan Kementerian Keuangan yang menaikkan PPN rokok sebesar 0,3% tersebut rencananya akan mulai berlaku tahun depan. Terkait keputusan Menteri Keuangan tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husin telah mengirimkan surat keberatan. Saleh khawatir kalangan industri akan semakin terbebani dengan adanya tambahan pajak tersebut.

"Teman-teman industri agak sedikit keberatan setelah target kenaikan cukai yang dinilai terlalu tinggi. PPN ini menyulitkan industri rokok yang ada, terutama industri kecil. Nanti bisa ada PHK lagi," ujar Saleh, Selasa, seperti dikutip dari Sindo.

Kekhawatiran Saleh tersebut bukannya tidak beralasan. Imbas pelemahan ekonomi dan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sudah membuat beberapa perusahaan merumahkan karyawannya.

Data BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan, hingga tanggal 28 September 2015, dari 724.500 pekerja yang mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT), 27.000 di antaranya merupakan korban PHK. Angka tersebut hanya berdasar data valid dari BPJS. Bisa jadi di luar sana ada lebih banyak karyawan yang terkena PHK. Pasalnya, tidak semua pengusaha melaporkan PHK kepada pemerintah, atau ada juga pegawai yang tidak terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

 

back to top