Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menteri Koperasi dan UKM hadiri Wirausaha Muda Mandiri

Menteri Koperasi dan UKM hadiri Wirausaha Muda Mandiri

Jogja-KoPi| Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Puspayoga, menghadiri acara Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan di Graha Sabha Pramana UGM dengan jumlah peserta 2.500 mahasiswa berasal dari 13 Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta, Selasa (08/03).

Wirausaha Muda Mandiri merupakan salah satu program kerjasama Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan Bank Mandiri. Acara yang akan berlangsung selama tanggal 8-10 Maret 2015 memiliki tujuan untuk meningkatkan jumlah wirausaha muda yang ada di Indonesia yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia dan bersaing dalam MEA.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Puspayoga, mengatakan bahwa “kegiatan ini harus terus dilakukan untuk meningkatkan wirausaha yang ada di Indonesia, karena jumlah wirausaha yang ada di Indonesia masih rendah dibanding jumlah penduduk Indonesia. Indonesia perlu meningkatkan jumlah wirausaha untuk membangun dan memajukan negeri.”

Wirausaha muda yang terbentuk dari kegiatan ini akan berperan penting dalam membantu dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan Indonesia.“Peningkatan ini perlu dikejar,” tutur Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

Peningkatan yang terjadi akan berdampak pada menurunnya kemiskinan. Hal ini dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan meningkat dan pengangguran menurun sehingga kesejahteraan maasyarakat meningkat dan nilai kemiskinan menurun.

Untuk meningkatkan wirausaha ini perlu dilakukan perbaikan dalam hal infrastruktur dan deregulasi. Menurut Puspayoga, Infrastruktur darat maupun laut perlu diperbaiki karena hal ini merupakan kunci bagaimana lalu lintas ekonomi kita berjalan dengan baik. Sedangkan, deregulasi dibutuhkan untuk mempermudah pengusaha-pengusaha untuk mendapatkan izin usaha, tidak dipersulit dan direpotkan.

Menteri Koperasi dan UKM juga berharap dalam perkembangan wirausaha yang ada di Indonesia, berkembang pula Social Techno Preneur. "Saya berharap Social Techno Preneur juga berkembang di Indonesia seperti di negara-negara lain, yaitu wirausaha-wirausaha yang mampu menyelesaikan masalah sosial berbasis teknologi." │Frenda Yentin|

back to top