Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kerjasama segitiga Kupang-Dili-Darwin sudah meredup

Kerjasama segitiga Kupang-Dili-Darwin sudah meredup
Kupang-KoPi| Ketua Forum Komunikasi (Forkom) antar pengusaha Nusa Tenggara Timur, Timor Timur, dan Australia Utara Ferdi Tanoni mengatakan kerja sama segi tiga untuk membangun pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut, sudah mulai meredup setelah Timor Timur lepas dari NKRI.
 
"Kerja sama antar kawasan itu bisa dihidupkan kembali jika ada 'political will' dari masing-masing pemerintahan untuk mendorong kalangan dunia usaha menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di  selatan kawasan timur Indonesia dan Australia Utara," katanya menjawab wartawan di Kupang, Kamis, ketika ditanya soal nasib dari kerja sama segi tiga tersebut.
 
Tanoni yang juga mantan agen Imigrasi Kedutaan Besar Australia itu mengatakan dokumen-dokumen kerja sama antara NTT, Timor Leste, dan Australia Utara masih tersimpan rapi, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap Forum Komunikasi  antar pengusaha yang dirintisnya itu.
 
"Keinginan saya pada saat itu, untuk menjadikan Kupang sebagai gerbang kawasan pertumbuhan ekonomi baru di selatan kawasan timur Indonesia, setelah Makassar di Sulawesi Selatan dan Manado di Sulawesi Utara," ujar Tanoni.
 
Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) itu mengatakan sebagai ketua Forkom, dirinya siap untuk merancang kembali gagasan yang telah meredup itu, jika pemerintah menginginkan untuk dihidupkan lagi.
 
"Dokumen kerja sama masih kita simpan, dan bisa kita bicarakan kembali dengan kalangan pengusaha di Dili, Timor Leste dan Darwin, Australia Utara," katanya.
 
Menurut dia, kerja sama segi tiga untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di tiga kawasan itu, sifatnya saling menguntungkan dan saling melengkapi.
 
"Kupang menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di selatan kawasan timur Indonesia, dan menjadi pintu gerbang di selatan Indonesia untuk mengantisipasi era perdagangan bebas dunia ini dan juga APEC (Asia Pacific Econonomic Coorporation) yang akan diberlakukan pada 2020," kata pemerhati Laut Timor itu.
 
Menurut Tanoni, langkah awal yang perlu dilakukan untuk mensinergikan kerja sama antar kawasan itu adalah membuka kembali rute penerbangan Kupang-Darwin dan Kupang-Dili atau Kupang-Dili-Darwin, PP.
 
"Jika hanya perjanjian saja tanpa ada 'political will' dari masing-masing pemerintahan, saya yakin akan mudah redup seperti skema perjanjian kerja sama Kupang-Dili-Darwin itu," kata Tanoni yang juga penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Ekonomi Politik Canberra-Jakarta" itu. 
back to top