Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jebakan maut mata-mata asing mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia

Jebakan maut mata-mata asing mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia
Surabaya – KoPi | Capital market crime dapat terjadi di mana saja. Bahkan Amerika Serikat yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi informasi yang maju juga tidak luput dari kejahatan semacam ini. Capital market crime tidak saja mengincar trilyunan uang dalam pasar modal, namun juga dapat menghancurkan sebuah bangsa.
 

Hal itu menjadi kesimpulan dalam diskusi film Economics on Box Office yang diadakan di Surabaya (17/6). Salah satu film yang dibahas, Shadow Recruit, mengisahkan tentang seorang agen CIA yang ditugaskan untuk menyamar sebagai analis saham. Di sana ia menemukan data trading saham mencurigakan asal Rusia. Belakangan diketahui trading tersebut merupakan upaya terorisme ekonomi untuk menghancurkan perekonomian Amerika.

Meskipun hanya fiksi, kisah dalam film tersebut bukan tidak mungkin terjadi. Komisaris Bank Jawa Timur Soebagyo yang menjadi salah satu pemateri dalam diskusi tersebut mengatakan, spionase ekonomi pernah terjadi di Indonesia.

“Film Shadow Recuit itu mirip kisah John Perkins, agen CIA yang menyamar jadi ekonom Amerika yang menyusup ke Indonesia untuk mengobrak-abrik sistem ekonomi Indonesia. Mudah saja caranya. Jika ingin hancurkan sebuah negara, tinggal lemahkan mata uang negara itu,” ungkap Soebagyo.

Hal itu mudah terjadi lantaran saat ini pemerintah memperbolehkan ownership perusahaan perbankan dimiliki oleh orang asing. Indonesia tidak bisa lagi menghentikan kedatangan mereka karena menganut sistem ekonomi open market.

“Kita dipuji-puji asing karena menerapkan sistem ekonomi open market, tapi sebenarnya kita masuk ke jebakan mereka. Untung saja kita masih belum sampai masuk ke death trap seperti yang terjadi di Argentina,” ujar Soebagyo.

 

Soebagyo mengatakan, saat ini kebijakan repatriasi yang disahkan pemerintah sangat merugikan Indonesia. Dengan repatriasi, pemodal asing bisa membawa laba hasil investasi mereka ke negara asal tanpa dikenai pajak. Sampai sekarang, entah berapa banyak kekayaan Indonesia yang dibawa ke luar negeri tanpa menyisakan sedikit pun untuk Indonesia. Apalagi, pemerintah telah memperluas sektor-sektor yang boleh dilakukan repatriasi.

back to top