Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Jawa Timur telah membuat dunia melirik gara-gara...

Surabaya-KoPi | Dunia internasional melirik Jawa Timur setelah wilayah provinsi ini menampilkan pertumbuhan ekonomi progresif. Bukan sekedar pertumbuhan ekonomi, akan tetapi pertumbuhan ekonomi berbasis pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), yaitu perekonomian sektor riil masyarakat yang bersentuhan langsung dengan penguatan kesejahteraan sosial ekonomi.

Ibu Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf memaparkan perkembangan ekonomi non migas ketika memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pameran Tenun, Craft dan Batik Nusantara 2016 di Surabaya. Laporan perkembangan ekonomi non migas yang ditopang oleh sektor riil, termasuk industri kerajinan dan kreatif, mencapai surplus total 111,56 Trilyun Rupiah pada tahun 2015.

Capaian itu menurut Fatma yang juga Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur adalah pembuktian kekuatan UMKM Jawa Timur. 

"Setelah proses perjuangan bersama antara pemerintah, rakyat dan swasta, Provinsi Jawa Timur telah mampu melahirkan 5.6 juta UMKM yang berkontribusi terhadap 54.98 persen PDRB dan menyerap 11.12 juta pekerja". 

Fatma menjelaskan bahwa sektor riil dari UMKM masih bisa bertumbuh kuat dan makin percaya diri menghadapi persaingan pasar bebas. Akan tetapi beberapa kendala seperti sumberdaya manusia, akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan pengelolaan pemasaran harus bisa ditanggulangi. 

"Kita akan terus bekerja keras meningkatkan kapasitas SDM dan pengorganisasian bisnis UMKM. Agar sektor riil makin kuat di provinsi ini (Jawa Timur, red.)".

Novri Susan sosiolog dari Universitas Airlangga memberikan apresiasi terhadap capaian sosial ekonomi Provinsi Jawa Timur.

"UMKM adalah nadi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Provinsi Jawa Timur telah serius mengelola dan meningkatkan kapasitas UMKM. Tentu capaian ini jangan sampai di sini, masih banyak yang harus dikerjakan baik oleh pemerintah dan UMKM untuk makin berdaya dalam pembangunan sosial ekonomi". | A. Ginanjar |

back to top