Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jawa Timur perang melawan bank titil

Jawa Timur perang melawan bank titil
Surabaya – KoPi | Salah satu upaya dalam meningkatkan daya saing Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community adalah memberdayakan UMKM. Hal itu bisa dilakukan dengan memberi bantuan permodalan pada UMKM. Namun hingga saat ini usaha mikro dan informal masih kesulitan mendapatkan akses modal dari bank.
 

Akibatnya, pelaku usaha mikro dan informal lebih memilih menggunakan jasa rentenir. Tidak seperti bank, rentenir tidak alias bank titil tidak memerlukan persyaratan formal yang lengkap. Asalkan pelaku usaha bisa mengembalikan uang pinjaman tersebut dengan bunga tertentu.

Jawa Timur sendiri berupaya mengurangi ketergantungan masyarakat pada bank titil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuka Bank UMKM untuk pelaku usaha mikro. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan Bank UMKM Jawa Timur sampai saat ini sudah menembus hingga ke pedesaan. Karwo mengatakan hal itu dilakukan agar bisa langsung menjangkau orang-orang yang membutuhkan. 

“Untuk bisa mengkover seluruh Jawa Timur harus memiliki aset senilai Rp 5,5 triliun. Saat ini kapitasi Bank UMKM Jawa Timur masih 1,9 triliun. Namun meski dengan kapitasi senilai itu, kami menjamin di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di seluruh Jatim sekarang sudah tidak ada orang yang ngempit buku di ketiak (renternir),” ujarnya saat ditemui wartawan usai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (15/4).

Karwo mengakui di pasar-pasar tradisional sampai saat ini masih ada bank titil (sebutan renternir). Besarnya jumlah pasar rakyat menjadi halangan untuk mendirikan Bank UMKM. Karwo menyebutkan butuh waktu lama untuk menghapus bank titil ini. “Harapannya pada 2020 semua pasar rakyat sudah punya Bank UMKM,” kata Karwo.

Kehadiran renternir atau bank titil menandakan tidak sehatnya iklim usaha di Indonesia. Bunga yang tinggi, mencapai 120% membuat pelaku usaha mikro dan informal kesulitan melunasi peminjaman tersebut. Akhirnya mereka terjerat dalam lingkaran hutang yang tidak ada hentinya, dan pada akhirnya tidak dapat mengembangkan usaha mereka.

 

back to top