Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia larang "telemarketing"

Indonesia-KoPi, Bank, perusahaan asuransi dan perusahaan layanan keuangan lainnya di Indonesia kini harus mencari cara baru untuk mempromosikan produk mereka setelah dikeluarkannya aturan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK baru-baru ini mengeluarkan sebuah aturan yang melarang kegiatan promosi produk perbankan yang dilakukan melalui pesan singkat (SMS) dan panggilan telepon. Hal ini karena banyak konsumen yang merasa terganggu dengan banyaknya penawaran pinjaman dan promosi lainnya yang dikirim melalui pesan teks yang semakin hari semakin banyak saja.


Dalam sebuah surat tertanggal 14 Mei yang dipublikasikan pada hari Rabu lalu, juru bicara OJK, Muliaman Hadad, memberitahu kepada semua pelaku bisnis di bank, pasar modal dan sektor non-bank bahwa kegiatan penawaran produk melalui pesan singkat dan panggilan telepon mereka mengganggu masyarakat umum.


Dengan dikeluarkannya surat ini, pihak OJK menginstruksikan sektor bisnis terkait untuk menghentikan kegiatan promosinya dan meninjau kembali kontrak yang masih mereka jalankan dengan rekan bisnis mereka.


OJK kini tengah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengeluarkan MOU demi menjalankan tindakan lebih lanjut. Tambahan pula, OJK menyatakan bahwa konsumen dapat mengirimkan permintaan ke OJK agar pengirim pesan teks di-block.


Menanggapi peraturan baru dari OJK, Henry Koenaifi dari Bank Central Asia (BCA) menyatakan bahwa pemberi pinjaman akan mematuhi aturan tersebut demi perlindungan dan privasi konsumen.


Di tempat terpisah, Kiswati Soeryoko dari Allianz Life Indonesia menyatakan bahwa pihak penjamin asuransi akan berhenti melakukan promosi produk melalui telemarketing jika OJK sudah memutuskan untuk melarang praktik tersebut.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net


back to top