Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Indonesia, anggota ke-22 AIIB

Indonesia, anggota ke-22 AIIB

Beijing-KoPi| Menteri Keuangan Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk mendirikan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), seperti yang dikatakan oleh pihak yang berwenang pada Kamis kemarin.

Menteri Keungan Indonesia, Bambang Brodjonegoro, menandatangani MOU di Jakarta pada hari Selasa dan bergabung dengan 21 negara yang menandatangani MOU pada 24 Oktober di Beijing sebagai anggota pendiri bank, kata juru bicara Menteri Keuangan Cina.

Sejauh ini, jumlah calon anggota pendiri AIIB telah meningkat menjadi 22, yaitu Bangladesh, Brunei, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kuwait, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Oman, Pakistan, Filipina , Qatar, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Uzbekistan dan Vietnam.

Menteri Keungan Cina mengatakan setiap negara yang tertarik dengan AIIB akan disambut jika ingin bergabung.

Diharapkan bahwa calong anggota pendiri akan menyelesaikan penandatanganan dan pengesahan Articles of Agreement (AOA) pada 2015 dan AIIB akan resmi didirikan pada akhir 2015. |news.xinhuanet.com|Deby Rahmayanti|

 

back to top