Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Harga material mahal, APK DIY audensi dengan Komisi C DPRD

Harga material mahal, APK DIY audensi dengan Komisi C DPRD

Jogjakarta-KoPi| Forum Asosiasi Pelaksana Konstruksi DIY melakukan audiensi dengan Komisi C DPRD DIY, Rabu, 3 September 2015.

Sekitar 15 perwakilan pengusaha konstruksi menyampaikan keluhan tentang mahalnya bahan material pertambangan. Harga bahan material saat ini tidak sesuai dengan SK Peraturan Gubernur DIY.

Menurut Ketua Umum GAPENSI ( National Contractor Association of Indonesia) DIY, IR. H. Endro Kumoro sesuai SK Gubernur DIY harga pasir per kubik Rp 70 ribu. Namun kini harganya naik hingga Rp 300 ribu per kubik.

"Harga pasir per kubik sesuai peraturan sebesar 70 kini mencapai Rp. 300 ribu. Ini kenaikan yang tidak masuk akal," tutur Endro sesusai audiensi di Kantor DPRD DIY pukul 12.00 WIB.

Dengan tingginya harga bahan material menyulitkan kontraktor mendapatkan bahan.

"Sangat sulit mencari bahan galian C. Sekarang susah apalagi ada proteksi untuk penambang rakyat manual", tutur salah satu kontraktor, Teguh Iswanto.

Endro mendesak Komisi C DPRD DIY segera menyelesaikan persoalan ini. Mengingat posisi kontraktor yang sulit dengan pencapaian target borongan.

"Ini harga yang tinggi, kita ga mungkin ngasih ke pemborong dengan bahan yang kualitasnya jelek. Tapi kita dilema, banyak dari kami tidak menawar harga ke pemborong, harganya ya itu saja," tutur Endro.

Sementara anggota Komisi C DPRD DIY, H. Sukamto menerima dengan baik keluhan dari asosiasi kontraktor. Komisi C berkomitmen akan menyelesaikan masalah ini.

"Kita akan segera melakukan koordinasi dengan PU, dan dengan instansi terkait," jelas Sukamto. |Winda Efanur FS|

back to top