Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir

Harga gas 12 Kg naik, agen dan pemilik bisnis khawatir
Surabaya – KoPi | Masyarakat kembali dibuat kaget dengan kenaikan elpiji 12 Kg sejak kamis (1/4). Belum selesai kontroversi kenaikan BBM pada Maret lalu, tabung elpiji 12 kg kini turut mengalami kenaikan sebesar Rp 666,67 per kg atau sekitar Rp 8.000 per tabungnya.

Setyo, salah seorang agen elpiji di Surabaya mengaku hingga saat ini belum terjadi penurunan omset yang signifikan di tempatnya. Namun, ia mengkhawatirkan dampak ke depannya. Apalagi mayoritas pembeli mengeluh dan mulai beralih ke elpiji subsidi jenis 3 Kg.

Dengan naiknya harga, Setyo mengungkapkan harga tebus elpiji yang sebelumnya Rp 133.000 naik menjadi Rp 141.000/tabung. Lalu ia menjualnya kepada masyarakat menjadi Rp 144.000/tabung.

Lain lagi dengan Arfin, pemilik rumah makan yang menggunakan tabung gas jenis 12 Kg. Ia merasa keberatan atas kenaikan harga elpiji tersebut. “Harusnya kan semakin besar semakin murah, kok ini yang jenis kecil malah yang lebih murah, kan aneh” ujarnya.

Arfin mengaku mengalami penurunan omset di rumah makan miliknya lantaran modal yang ia keluarkan menjadi semakin besar. Meski demikian, sampai saat ini ia belum berani menaikkan harga makanan di rumah makannya. Ia khawatir jika ia menaikkan harga, pelanggannya akan kabur dan lebih memukul bisnisnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kenaikan harga tersebut dipicu kerugian yang dialami Pertamina, akibat harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak mencapai harga keekonomian. | Labibah

back to top