Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Jogjakarta-KoPi| Menjelang Hari Raya Idul Adha harga daging sapi wilayah kota Jogja cenderung naik. Kisaran harga daging sapi per kilonya Rp 110.000 di Pasar Kranggan dan Rp 120.000 di Pasar Demangan. Sementara harga relatif stabil di Pasar Beringharjo Rp 110.000.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Kota Jogja, Sri Harnani menuturkan harga daging masih normal untuk pasar Beringharjo. Sementara untuk perbandingan harga di pasar-pasar lain pihaknya belum melakukan pemantauan secara menyeluruh.

Sri menambahkan faktor kenaikan harga daging karena rendahnya permintaan konsumen. Dia menyebutkan pengaruh rumah tangga mengurangi konsumsi daging karena pembayaran biaya sekolah. Dirinya menampik adanya campur tangan pedagang nakal dalam penjualan daging sapi.

Namun hal berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pertanian Kota Jogjakarta, Benny Nurhantoro menuturkan mahalnya harga daging terpaut dengan kondisi ekonomi yang lesu. Kelesuan ekonomi ini diperparah oleh permainan para pedagang daging sapi.

“Ini tren persiapan lebaran ( Idul Adha) oleh shohibul kurban untuk berkurban nah tren yang terakhir ini dimanfaatkan oleh kaum spekulan untuk memenuhi kebutuhan daging," papar Beni saat ditemui di kantornya pukul 13.00 WIB.

Beni menambahkan pedagang spekulan akan mempengaruhi harga daging kurban seperti domba hingga sapi. Namun harga daging sapi ini yang akan semakin naik.

“Kaum spekulan telah menyiapkan dagangannya mengambil di pelosok untuk dijajakan di pasar tiban nanti, mereka akan rame-rame menjual,” tutur Benni.

Secara terpisah pedagang daging Pasar Demangan, Tri mengeluhkan minat konsumen daging menurun drastis. Tri hanya memasok beberapa kilo saja untuk jualan di pasar.

“Ini dari sananya ( supliyer) sedikit harganya naik masih juga resikonya tinggi, otomatis pedagang jadi korbannya, apalagi menjelang Idul Adha naik dari sana disimpan dulu, itu malah lebih sepi lagi,” tutur Tri. |Winda Efanur FS|

back to top