Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Jogjakarta-KoPi| Menjelang Hari Raya Idul Adha harga daging sapi wilayah kota Jogja cenderung naik. Kisaran harga daging sapi per kilonya Rp 110.000 di Pasar Kranggan dan Rp 120.000 di Pasar Demangan. Sementara harga relatif stabil di Pasar Beringharjo Rp 110.000.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Kota Jogja, Sri Harnani menuturkan harga daging masih normal untuk pasar Beringharjo. Sementara untuk perbandingan harga di pasar-pasar lain pihaknya belum melakukan pemantauan secara menyeluruh.

Sri menambahkan faktor kenaikan harga daging karena rendahnya permintaan konsumen. Dia menyebutkan pengaruh rumah tangga mengurangi konsumsi daging karena pembayaran biaya sekolah. Dirinya menampik adanya campur tangan pedagang nakal dalam penjualan daging sapi.

Namun hal berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pertanian Kota Jogjakarta, Benny Nurhantoro menuturkan mahalnya harga daging terpaut dengan kondisi ekonomi yang lesu. Kelesuan ekonomi ini diperparah oleh permainan para pedagang daging sapi.

“Ini tren persiapan lebaran ( Idul Adha) oleh shohibul kurban untuk berkurban nah tren yang terakhir ini dimanfaatkan oleh kaum spekulan untuk memenuhi kebutuhan daging," papar Beni saat ditemui di kantornya pukul 13.00 WIB.

Beni menambahkan pedagang spekulan akan mempengaruhi harga daging kurban seperti domba hingga sapi. Namun harga daging sapi ini yang akan semakin naik.

“Kaum spekulan telah menyiapkan dagangannya mengambil di pelosok untuk dijajakan di pasar tiban nanti, mereka akan rame-rame menjual,” tutur Benni.

Secara terpisah pedagang daging Pasar Demangan, Tri mengeluhkan minat konsumen daging menurun drastis. Tri hanya memasok beberapa kilo saja untuk jualan di pasar.

“Ini dari sananya ( supliyer) sedikit harganya naik masih juga resikonya tinggi, otomatis pedagang jadi korbannya, apalagi menjelang Idul Adha naik dari sana disimpan dulu, itu malah lebih sepi lagi,” tutur Tri. |Winda Efanur FS|

back to top