Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Harga beras mulai naik, inflasi turut meningkat

Harga beras mulai naik, inflasi turut meningkat
Surabaya-KoPi| Memasuki minggu pertama Oktober 2015 harga beras di Jawa Timur mulai merangkak naik, dengan rata-rata kenaikan Rp 200-500/kg. Kenaikan diduga akibat efek pasca panen raya.
 

Berdasarkan pantauan dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok Jawa Timur, harga beras kelas medium IR 64 pada pertengahan September 2015 rata-rata Rp 8.600/kg. Namun, memasuki bulan Oktober naik menjadi Rp 9,000/kg. Sedangkan beras premium Bengawan dari Rp 10.500/kg naik menjadi Rp 11.000/kg dan beras premium mentik wangi dari Rp 11.500/kg naik menjadi Rp 11.700/kg.

Meski demikian, kenaikan tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Berdasarkan pantauan pasar oleh KoPi, pedagang beras di pasar Keputran masih ramai dikunjungi masyarakat. 

Pedagang menyebutkan mengambil beras dari pasar beras Bendul Merisi Surabaya. Menurut mereka, beras yang dijual di Pasar Beras Bendul Merisi didatangkan langsung dari petani dan penggilingan beras dari sentra-sentra penghasil beras di Jawa Timur. Selama ini Surabaya menggantungkan pasokan beras dari Lamongan, Madiun, Jember, Banyuwangi, dan Situbondo. Karena itu, maka harga beras di Pasar Bendul Merisi lebih murah. 

Para pedagang menduga kenaikan harga beras kali ini diduga karena Jawa Timur sudah memasuki pasca panen raya padi dan musim kemarau panjang. Di saat seperti ini dipastikan harga beras naik, tetapi kenaikannya tidak sebesar di Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Jawa Timur adalah salah satu lumbung padi nasional. Menurut data dari BPS Jawa Timur produksi padi sekitar 12 juta ton lebih per tahunnya. Produksi beras Jawa Timur selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk memenuhi kebutuhan beras provinsi lain di Indonesia.

Dikutip dari siaran pers Pemprov Jatim, kenaikan harga beras sudah terasa sejak September dan akan terus berlanjut. Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Jawa Timur Satriyo mengatakan, kenaikan harga beras tersebut sebenarnya kecil, namun berpengaruh pada inflasi di Surabaya. Dampaknya, inflasi Jawa Timur pada September 2015 sebesar 0,24 persen.

back to top