Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Harga beras mulai naik, inflasi turut meningkat

Harga beras mulai naik, inflasi turut meningkat
Surabaya-KoPi| Memasuki minggu pertama Oktober 2015 harga beras di Jawa Timur mulai merangkak naik, dengan rata-rata kenaikan Rp 200-500/kg. Kenaikan diduga akibat efek pasca panen raya.
 

Berdasarkan pantauan dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok Jawa Timur, harga beras kelas medium IR 64 pada pertengahan September 2015 rata-rata Rp 8.600/kg. Namun, memasuki bulan Oktober naik menjadi Rp 9,000/kg. Sedangkan beras premium Bengawan dari Rp 10.500/kg naik menjadi Rp 11.000/kg dan beras premium mentik wangi dari Rp 11.500/kg naik menjadi Rp 11.700/kg.

Meski demikian, kenaikan tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Berdasarkan pantauan pasar oleh KoPi, pedagang beras di pasar Keputran masih ramai dikunjungi masyarakat. 

Pedagang menyebutkan mengambil beras dari pasar beras Bendul Merisi Surabaya. Menurut mereka, beras yang dijual di Pasar Beras Bendul Merisi didatangkan langsung dari petani dan penggilingan beras dari sentra-sentra penghasil beras di Jawa Timur. Selama ini Surabaya menggantungkan pasokan beras dari Lamongan, Madiun, Jember, Banyuwangi, dan Situbondo. Karena itu, maka harga beras di Pasar Bendul Merisi lebih murah. 

Para pedagang menduga kenaikan harga beras kali ini diduga karena Jawa Timur sudah memasuki pasca panen raya padi dan musim kemarau panjang. Di saat seperti ini dipastikan harga beras naik, tetapi kenaikannya tidak sebesar di Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Jawa Timur adalah salah satu lumbung padi nasional. Menurut data dari BPS Jawa Timur produksi padi sekitar 12 juta ton lebih per tahunnya. Produksi beras Jawa Timur selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk memenuhi kebutuhan beras provinsi lain di Indonesia.

Dikutip dari siaran pers Pemprov Jatim, kenaikan harga beras sudah terasa sejak September dan akan terus berlanjut. Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Jawa Timur Satriyo mengatakan, kenaikan harga beras tersebut sebenarnya kecil, namun berpengaruh pada inflasi di Surabaya. Dampaknya, inflasi Jawa Timur pada September 2015 sebesar 0,24 persen.

back to top