Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Gubernur minta dorong industri kecil dengan kredit bunga murah

Gubernur minta dorong industri kecil dengan kredit bunga murah
Surabaya - KoPi | Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap PT Bank Pembangunan Jawa Timur (PT Bank Jatim) tbk dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank UMKM Jawa Timur bisa kembali ke peran awalnya sebagai bank pembangunan daerah. Bank Jatim dan Bank UMKM diharapkan dapat memberi kredit murah pada usaha kecil untuk mendorong kemajuan industri di Jawa Timur.
 

Hal tersebut dikatakan Pakdhe Karwo, panggilan Soekarwo, saat memberi sambutan dalam Pelantikan dan Serahterima Jabatan Direktur Utama PT Bank Jatim dan Direktur Utama Bank BPR UMKM Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Selasa (9/6). 

"Ini bukan sekedar permasalahan margin laba besar yang dicari, tetapi kesejahteraan masyarakat yang menjadi sasarannya," ujar Pakdhe Karwo.

Pakdhe mengatakan hal itu sesuai pesan Presiden Joko Widodo pada acara pertemuan di Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu. Presiden mengintruksikan agar dilakukan restrukturisasi pemberian kredit lebih murah. 

"Karena tidak ada gunanya dengan pertumbuhan yang tinggi tetapi diimbangi dengan inflasi tinggi, karena akan berdampak pada kenaikan suku bunga," jelas Karwo.

Karwo mengatakan, Bank BPR dan Bank UMKM Jawa Timur sudah punya tugas yang jelas, yaitu tidak mencari keuntungan besar, tetapi membela masyarakat kecil. "Bank UMKM dilahirkan untuk membantu mereka dari pinggiran untuk dibawa ke tengah dengan diberikan akses permodalan. Tugas itu yang menjadikan setiap Bank UMKM tidak dihitung dari jumlah keuntungannya, tetapi dari bagaimana efek ekonomi yang diberikan Bank UMKM pada mereka yang ekonominya terpinggirkan," tukas Karwo.

Pakdhe Karwo berpesan agar Bank BPR UMKM Jawa Timur harus bisa memberikan pinjaman bunga murah, yaitu 6 persen. Pada RUPS sebelumnya diketahui keuntungan Bank BPR UMKM hanya sebesar 12 persen, dengan modal Rp 183 miliar. 

"Keuntungannya tidak banyak, yang penting tugasnya bisa membantu masyarakat kecil. Bank Jatim dan Bank BPR UMKM Jawa Timur diharapkan bisa membantu pembangunan di daerah. Kewajiban Bank Jatim adalah membangun Jawa Timur dengan bisa memberikan suku bunga yang murah," kata Karwo.

Gubernur menyarankan agar Bank Jatim mengajukan pinjaman suku bunga murah dari APBN, misalnya sebesar Rp 1 triliun. Uang dari pemerintah tersebut dengan akan menjadi lending kredit dengan bunganya 6 sampai 7,5 persen/tahun bagi masyarakat kecil. 

“Tetapi uang Rp 1 triliun jangan semuanya untuk kredit bunga murah, bisa jebol atau kurang baik jadinya,” ujarnya.

back to top