Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Go-Jek vs tukang ojek tradisional bagai langit dan bumi

Go-Jek vs tukang ojek tradisional bagai langit dan bumi
Surabaya - KoPi | Keberadaan Go-Jek di Surabaya tampaknya disambut baik oleh para konsumennya. Dengan Go-Jek, para pelanggan dapat memanggil transportasi yang lincah di mana saja. Tidak hanya itu, layanan transportasi yang dirintis oleh pengusaha muda Nadiem Makarim ini juga menawarkan jasa kurir, paket antar makanan, bahkan paket antar belanjaan.
 

Salah satu pelanggan setia Go-Jek di Surabaya adalah Ningsih. Pemilik toko online ini mengaku sering memanfaatkan layanan Go-Jek untuk mengantar pesanan pembeli toko online-nya. Bahkan Ningsih sudah memiliki pengemudi Go-Jek langganan. "Kalau saya sih terbantu sekali dengan layanan Go-Jek. Barang pesanan bisa diantar tepat waktu," ungkapnya.

Ia merasakan Go-Jek bisa berkembang makin pesat di Surabaya. Ia mengaku beberapa kali kehabisan pengemudi Go-Jek karena ramainya panggilan. Fitur pemesanan Go-Jek melalui aplikasi smartphone memang menawarkan kelebihan yang tak dimiliki ojek tradisional.

Bandingkan dengan tukang ojek yang biasa mangkal di pojokan kampung atau pangkalan ojek. Mereka sering kali harus menunggu seharian untuk bisa mendapat penumpang.

Memang harus diakui keberadaan Go-Jek mampu mengubah citra transportasi ojek menjadi lebih positif. Layanan prima, tarif yang jelas, akses yang mudah dengan bantuan teknologi, dan mengutamakan kepentingan konsumen menjadi andalan Go-Jek. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merestui keberadaan Go-Jek untuk mereformasi transportasi ibukota.

Namun di sisi lain, ojek tradisional yang harus bersaing dengan mereka lama-lama akan terpinggirkan. Tak bisa disangkal ojek tradisional yang identik dengan layanan transportasi antar kampung dengan layanan yang seadanya akan kalah "bersinar" dibandingkan Go-Jek yang modern.

Tukang ojek tradisional hanya punya 3 pilihan: tergerus kemajuan jaman, berpikir kreatif mengadopsi teknologi, atau bergabung dengan pemilik modal yang lebih kuat.

 

back to top