Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

Yogyakarta-KoPi, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengkubowono X berkunjung ke pasar tradisional Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta pada hari Kamis kurang lebih jam 10.00 Wib (3/4/2014).

Kedatangan Ratu Hemas disambut gembira oleh para pedagang yang ada di sana. Para pedagang pun menghampiri sang Ratu untuk bersalaman menyambutnya.


Ratu Hemas sangat mengapresiasi para pedagang di pasar tradisional Beringharjo dan menyemangati para pedagang dan pekerja yang ada di sana.


“Yang pertama untuk pedagang-pedagang yang ada di tempat sayuran tadi, itu saya lihat bahwa mereka sangat ulet karena mulai berjualan dari jam 4 pagi,” ungkapnya.


Ratu juga mengomentari produk-produk kerajinan Jogja yang di jual di pasar tersebut. Menurutnya produk kerajinan bisa menjadi minat yang luar biasa di dalam penjualannya.


“Memang saya harap pasar ini juga ada promosi supaya mereka juga tahu bahwa di lantai dua ini ada barang-barang handy craft (kerajinan tangan),” harapnya.


Ratu juga sangat mendukung produk-produk tradisional menanggapi supermarket yang semakin meluas.


“Kita memang harus mengharapkan seperti sayuran dan sebagainya itu mbok ya jangan dijual di supermarket, karena pasar tradisional yang menjual sayuran itu masih mengharapkan punya nilai lebih di pasar tradisional. Jadi saya kira supermarket bisa menjual yang lainnya lah,” tegas Ratu.


Reporter: Fahrurrazi

back to top