Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

From zero to hero ; Dari rugi berkali-kali, hingga genggam ratusan juta setiap bulan

From zero to hero ; Dari rugi berkali-kali, hingga genggam ratusan juta setiap bulan

KoPi| Jatuh dalam keterpurukan adalah hal yang dibenci oleh semua orang. Namun, maju untuk lepas dari keterpurukan tersebut adalah proses pertama menuju kesuksesan. Seperti yang dirasa oleh perempuan cantik yang bisnisnya kian melejit.

Anaya Hijab adalah saksi bisu bagi Dzuhrotul Atqiya, atau yang lebih akrab dipanggil Dzu. Bisnis yang saat ini sudah melejit di dunia fashion Indonesia dimulai sejak tahun 2014 lalu. Saat ini, Omzet minimum yang diperoleh bisa mencapai 60-100 juta.

Jalan pencapaian Dzu  ini sangat tidak mulus. Dzu memulai dunia bisnis sejak di bangku SMP. Ia menjual makanan ringan yang dikemas untuk ditawarkan kepada kawan-kawannya.

Selanjutnya,  ia berbisnis di dunia Food & Beverage. “Bisnis dari fried chicken, minuman teh, tahu pedas, makanan frozen sampai es krim Singapura; semuanya gagal,” ujar ibu satu anak ini.

Jatuh bangun Dzu tidak hanya dalam dunia bisnis, saat lulus SMA dirinya terpaksa tidak dapat melanjutkan kuliah disebabkan keluarganya kurang biaya. “Akhirnya aku ke Surabaya, kerja sama Om yang kebetulan punya  usaha cafe. Di situ belajar banyak cara manajemen sebuah bisnis,tuturnya kepada KoPi.

Keterpurukan Dzu dalam hidup tidak hanya ditangisinya dengan sia-sia. Kembali dari Surabaya, ia berusaha dengan gigih berbisnis ayam fried chicken untuk bisa membiayainya kuliah dan adik-adiknya. Meskipun pada akhirnya harus gagal disebabkan persaingan yang semakin kuat.

Memulai bisnis fashion ini, ia mengawali dengan menjadi reseller dari produk tanah abang dan toko online lainnya. “Aku jual lagi deh barang-barang di Instagram. Tapi lama-lama merasa kalo pasar semakin berkurang karena pasar dunia fashion sangat penuh, baru di situ ada kekhawatiran untuk jatuh lagi dalam bisnis,” kenang lulusan Sosiologi di Universitas Negri Jakarta ini.

Setelah melahirkan, Dzu yang buta mengenai dunia fashion, mendapat ide untuk bisnis di dunia fashion bayi.  “Banyak orang yang bilang kalau fashion anak merupakan pasar yang ‘tidur’. Karena produsen yang bergerak di dunia ini masih sangat sedikit dan jarang. Tapi setelah berfikir panjang, kenapa “tertidur”-nya fashion bayi itu gak aku bangunkan, dan jadilah Anaya Hijab sampai sekarang,” ujarnya.

Pemilik akun instagram @anayahijab.official dan @bundakustore ini mengepakkan dunia bisnis lewat online. Saat ini konsumennya sudah merambah di seluruh kota di Indonesia. “Costumer aku Alhamdulillah sudah sampai seluruh provinsi di Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Luar negeri juga sudah mulai banyak. Alhamdulillah sudah sampai Dubai dan sekitarnya”

Bagi Dzu, berbisnis adalah soal kegigihan. Siapa yang bangkit dan terus melaju kencang adalah yang menang. Untuk berbisnis tidak perlu modal banyak harus sampai puluhan juta. “Aku dulu mulai bisnis hanya lewat akun instagram, modal gak keluar banyak. Yang paling penting itu niat dan kegigihan,”  tuturnya. |Labibah|

back to top