Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dorong arus distribusi, DPD RI dukung tol Suramadu digratiskan

Dorong arus distribusi, DPD RI dukung tol Suramadu digratiskan
Surabaya-KoPi| Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menyambut positif usulan Gubernur Jawa Timur untuk menggratiskan kendaraan yang lewat Jembatan Suramadu. Bahkan DPD RI siap mengajukan surat ke Presiden untuk memperkuat usulan Gubernur tersebut.
 

"Pembebasan biaya akses ke Jembatan Suramadu akan mengurangi disparitas ekonomi di Madura dengan daerah lain di Jatim. Apalagi selama ini, perekonomian daerah di Madura masih tertinggal dengan Surabaya yang jaraknya cukup dekat. Untuk itu, kami akan menggalang suara dari tiga anggota DPD RI asal Daerah Pemilihan Jawa Timur untuk mendukung usulan tersebut," tegas Ketua Komite II DPD RI Ahmad Nawardi.

Menurut Nawardi, dengan dibebaskannya biaya akses ke Suramadu, biaya distribusi barang, khususnya produk asal Madura, akan dapat ditekan. Selama ini produk unggulan Madura selalu kalah bersaing karena biaya produksinya dan ongkos angkut yang lebih mahal.

"Kalau tarif tol roda empat bisa digratiskan, produk asal Pulau Madura akan bisa berdaya saing dengan produk lain dari luar Jawa Timur. Jika tarif tol dihapus, otomatis juga akan mengurangi biaya produksi, sehingga harga barang jadi lebih murah,"tutur Nawardi.

Nawardi optimistis pembebasan biaya tol Suramadu ini tidak akan mempengaruhi arus penyeberangan Ujung-Kamal. Itu karena masyarakat sekitar masih banyak yang memilih menyeberang menggunakan feri.

Saat ini, akses ke Tol Suramadu untuk kendaraan golongan I (sedan, jip, pick up/ truk kecil dan bus) dikenai biaya Rp 30.000. Untuk kendaraan golongan II (truk dengan dua gandar) sebesar Rp 45.000, dan kendaraan golongan III (truk tiga gandar) sebesar Rp 60.000. Sedangkan untuk kendaraan golongan IV (truk empat gandar) Rp 75.000. 

Pada Juni 2015, Presiden Joko Widodo menghapuskan biaya masuk Tol Suramadu untuk roda dua. Kebijakan itu bersamaan dengan kebijakan diskon 35 persen untuk masuk tol selama musim lebaran 2015.

back to top