Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Debat terbuka calon kepala daerah Sleman soal pembangunan desa

Jalannya diskusi “Menyongsong PILKADA Sleman Masa Depan Desa di Tangan Pemimpin Baru” Jalannya diskusi “Menyongsong PILKADA Sleman Masa Depan Desa di Tangan Pemimpin Baru”

Sleman-KoPi| Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2015 DIY telah memasuki tahap kampanye. Dua pasangan calon (paslon) Yuni Satia Rahayu-Danang Wicaksana Sulistya dan Sri Purnomo-Sri Muslimatun mulai gencar mendekati masyarakat. Para paslon masih menjadikan kesejahteraan masyarakat desa sebagai topik utama.

Bersamaan dengan program pembangunan desa oleh pemerintah, lembaga IRE yang mengawal isu desa memanfaatkan momen kampanye sebagai ajang diskusi bersama paslon.

Diskusi bulanan IRE “Menyongsong PILKADA Sleman Masa Depan Desa di Tangan Pemimpin Baru” menghadirkan pembicara Yuni Satia Rahayu dan Sri Purnomo. Diskusi mengupas tuntas pandangan paslon dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat saat ini sekaligus rencana program pembangunan desa.

Menanggapi tentang pembangunan desa, Yuni Satia Rahayu sangat mendukung dana desa sebesar Rp 1,2 miliar turun ke desa. Salah satu rincian untuk wilayah pedukuhan masing-masing mendapat jatah Rp 50 juta. Pemanfaatan dana besar tersebut dapat terlaksana dengan manajemen baik para stakeholder desa dan pemerintah daerah.

Selain itu Yuni juga memiliki prioritas untuk membangun kembali perekonomian desa melalui pasar tradisional. Ada sekitar 40 pasar tradisional di Sleman, Yuni akan merenovasi 15 pasar. sementara untuk pembanghunan pasar modern dan berjejaring, Yuni akan menyetop pembangunannya.

Yuni sempat mengkritik tajam banyaknya mall yang berdiri di wilayah Sleman dengan tanpa mekanisme perijinan yang benar. “(Perijinan) bukan dari bawah langsung ke kabupaten, tapi dari RT, RW, dulu baru lompat ke kabupaten.”

Sementara Sri Purnomo lebih mengedepankan pada persiapan penerimaan dana desa. Tahap terpenting penerimaan dana desa terletak pada musyawarah bersama masyarakat desa.

“Setiap desa ada musrembang, upaya untuk memikirkan dana kas untuk masalah tata ruang dan pembangunan. Di sini akan terlihat pembangunan seperti apa yang diprioritaskan,” tutur Sri Purnomo saat diskusi di Kantor IRE, Jalan Palagan Tentara Pelajar pukul 15.00 WIB.

Soal alih fungsi lahan menjadi bangunan, Sri menegaskan tahun ini melalui kepemimpinannya tidak ada lagi perijinan untuk pembangunan. |Winda Efanur FS|

back to top