Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Cukai rokok dinaikkan, SKT makin terdesak

Cukai rokok dinaikkan, SKT makin terdesak
Surabaya-KoPi| Disepakatinya RAPBN 2016 dikhawatirkan akan menambah beban industri rokok nasional. Pasalnya, dalam RAPBN tersebut, cukai tembakau dinaikkan menjadi Rp 139,8 triliun atau naik 15 persen dibandingkan target dalam APBN 2015 yang sebesar Rp 120,6 triliun.
 

Data dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mengungkapkan bahwa kenaikan tarif cukai akan mencapai 15 persen itu berlaku di 2016. Nominal kenaikan akan berbeda di tiap layer, tergantung jenis rokok dan kapasitas produksi.

Kenaikan tersebut disambut kekecewaan pelaku industri tembakau. Sebelum RAPBN 2016 disepakati, pelaku industri tembakau berharap target penerimaan cukai hasil tembakau berkisar di angka 7 persen.

Kenaikan tarif cukai sebesar 15 persen dianggap menjadi ancaman serius bagi pelaku indutri tembakau. Apalagi, segmen padat karya seperti Sigaret Kretek Tangan (SKT) saat ini tengah mengalami penurunan.

Menurut data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, SKT mengisi 21 persen dari total pasar industri tembakau di tahun 2014. Dari total 995 pabrikan, 569 atau 57 persen merupakan produsen SKT. Jumlah pabrikan ini sudah mengalami penurunan dari 4.669 di tahun 2007 menjadi 995 pabrik di tahun 2014.  Akibat penurunan tersebut, lebih dari 32.000 pekerja di-PHK pada tahun 2014. 

back to top