Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Burung hilang di Pasar Pasty, pedagang ke Walikota

Burung hilang di Pasar Pasty, pedagang ke Walikota

Yogyakarta-KoPi, Para pedagang dari Pasar Pasty berkumpul bersama-sama di Pendopo Balaikota Yogyakarta bersama-sama untuk menyampaikan keresahan karena semakin tidak amannya Pasar Pasty akibat pencurian yang terjadi sudah sampai 200 juta lebih (16/5).

“Kita curhat ke Pak Walikota atau Pak Wawalikota, kita minta solusi biar pasar itu aman karena kita pelaku pedagang di Kota Jogjakarta dan tujuan kita memajukan pasar Jogjakarta itu biar aman sejahtera dan damai,” ujar Kordinator Pasar Pasty Gariyana saat ditanya mengenai tujuan berkumpulnya para pedagang tersebut.

“Kita minta curhat ke bapak walikota tidak punya unsur yang anarkis apapun kita hanya misi curhat sebenarnya tadi mau cuma perwakilan 10 orang, ternyata pedagang ingin mendengarkan langsung curhat dari bapak walikota,” tambahnya.

Pencurian tersebut berbentuk pencurian burung dan yang bermula sejak 10 Desember 2013 yang diperkirakan kehilangan bernominal Rp. 62.000.000 di kios Mardiah dan Rp. 92.000.000 di kios Slamet. Kemudian pada 28 Januari 2014 sebesar Rp. 63.300.000 di kios Edi Nuryanto. Burung yang dicuri diantaranya burung lovebird, glatik, kenari, beo, kacer, anis merah dan cucak jenggot.

Dalam kesempatan tersebut, para pedagang ditemui oleh Wakil Walikota Yogykarta Imam Priyono. Imam Priyono meminta maaf kepada para pedagang dan berjanji akan menuntaskan kasus pencurian tersebut serta akan memperbaiki lagi regulasi pasar.

“Ini pasti saya tindak lanjuti, yang pertama saya sudah menganggap ini bukan pencurian tapi perampokan,” tegasnya. Ia juga meminta kepada paguyuban pedagang untuk mengadakan rapat dengannya pada Minggu jam 10.00 WIB.

Menurutnya dalam kasus ini ada komplotan dan dia juga sangat kecewa karena sudah ada pelaku yang tertangkap dan rupanya dia adalah salah satu aparat pasar.


Reporter: Fahrurrazi

back to top