Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bisnis bunga impor menguntungkan

Handbouquet dari bunga Impor dari Belanda dan Ecuador Handbouquet dari bunga Impor dari Belanda dan Ecuador
KoPi-Merangkai bunga bukan hanya sekedar hobby saat ini. Merangkai bunga dapat menjadi kegiatan yang menguntungkan jika dilakukan dengan serius. Indahnya bunga – bunga impor yang beredar dipasaran menarik perhatian banyak konsumen.
 

Hal ini dibuktikan oleh Resiana (28) yang terjun di dunia bisnis bunga impor sejak tahun 2009. Perempuan yang awal mulanya sempat bekerja menjadi kontraktor di pemerintah, jurnalis dan produser radio ini merasa bosan dengan pekerjaannya dan memulai berbisnis merangkai bunga impor yang dianggapnya sangat menyenangkan.

Pemilik toko bunga di akun instagram @ixiadeo ini  langsung mendatangkan bunga dari Belanda dan Ecuador.

“ Blue rose dan Rainbow roses asli belanda, selalu dicari – cari konsumen”.

Harga rangkaian bunga impor bekisar lima ratus ribu hingga lima Juta rupiah, tergantung permintaan konsumen. Pelanggannya tidak hanya dari kalangan masyarakat umum tetapi juga kalangan pejabat yang sering membeli hasil rangkaian bunganya.

Untuk belajar merangkai bunga dimulai dari sering membaca buku, berselancar di internet dan mengikuti seminar merangkai bunga diluar negeri. Hal ini dilakukannya untuk tetap terus berinovasi dan mengetahui perkembangan dunia bunga.

“Agustus nanti kita ada seminar di Singapore. Rata – rata orang bunga seluruh dunia saling kenal, jadi jika salah satu guru mengadakan kegiatan maka akan kami  ikuti”.

Alasan menggunakan bunga impor menjadi pilihannya, perempuan yang sangat ramah ini mengungkapkan ada beberapa jenis bunga impor yang tidak bisa ditaman di Indonesia. Produk bunga seperti mawar dari Indonesia ukurannya lebih kecil dan lebih cepat layu.

Namum, pernah pula ada kesempatan Resiana merangkai bunga lokal untuk ulang tahun Ibu Menteri Pertanian tetapi untuk keseharian Ixiadeo menggunakan 100 % bunga impor.

Persaingan di dunia bisnis bunga juga sering terjadi. Tidak jarang hasil karya Resiana dijiplak oleh kompetitor yang lain.

“ Florist online bak jamur dimusim hujan, semenjak ixiadeo muncul. Bukan hanya ditiru malah hasil karya saya pernah diunggah oleh florist yang lain”.

Tetapi, semua itu tidak membuatnya menyerah. Baginya bunga tidak hanya sekedar bunga, more than flowers, we make with heart.

Reporter: Suci Wulandari

back to top