Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Yogyakarta harus punya sekolah ramah anak lebih banyak

Yogyakarta harus punya sekolah ramah anak lebih banyak

Jogja-KoPi|Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mendorong penambahan jumlah sekolah ramah anak di Kota Yogyakarya untuk mengatasi isu klitih, pembullyan,pelecehan seksual pada anak. Menurut Haryadi, saat ini terdapat 241 SD dan SMP dan hanya 20 yang bermodelkan sekolah ramah anak.

"Seharusnya semua sekolah harus ramah anak,bukan hanya 20 sekolah saja,"katanya saat diwawancarai di Balai kota,Selasa (6/6).

Haryadi menjelaskan pengembangan sekolah ramah anak ini bertujuan mewujudkan visi perlindungan dan pemenuhan hak anak. Sehingga harapannya sekolah ramah anak ini dapat mengentasi permasalahan seperti mencegah klitih,masuknya paham radikal atau terorisme,dan pelecehan seksual pada anak di kalangan pelajar Yogyakarta.

"Tiga pilar dalam sekolah yang meliputi satuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah, harus bersinergi untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,"tegasnya.

Sementara iti sekretaris dinas pendidikan, Budi Asrori mengatakan dari sisi satuan pendidikan, guru seharusnya juga ramah terhadap anak. Pasalnya masih ada temuan diskriminasi guru kepada muridnya.

"Melakukan diskrimanasi antara memprioritaskan anak yang lebih pintar dibandingkan anak yang bodoh itu masih terjadi," terang Budi.

Sedangkan Octo Nur Arafat, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Yogyakarta, menjelaskan perlu ada beberapa poin untuk mengembangkan sekolah biasa menjadi sekolah ramah anak.

Octo menyebutkan perlu penyediaan ruang menari, ruang olahraga, lapangan,dan ruang rekreasi agar anak dapat bermain. Ia juga menegaskan sekolah ramah anak ini juga harus aman dari segala ancaman yang selalu melekat pada anak-anak.

"Sekolah ramah anak, juga harus aman fasilitas,aman dari pembullyan, aman dari pelecehan seksual dan bebas dari ancaman obat-obat terlarang seperti psikotropika,dan narkoba lainnya,"tutur Octo.

Octo juga menjelaskan cara perlindungan lewat 5 sekolah yang sudah bermodelkan sekolah ramah anak,sekolah dapat memasang CCTV,papan peringatan,dan tanda pengamanan untuk anak.

"Tujuannya adalah menciptakan anak yang baik,sehat,peduli lingkungan dan aman dari segala ancaman,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top