Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Yogyakarta harus punya sekolah ramah anak lebih banyak

Yogyakarta harus punya sekolah ramah anak lebih banyak

Jogja-KoPi|Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mendorong penambahan jumlah sekolah ramah anak di Kota Yogyakarya untuk mengatasi isu klitih, pembullyan,pelecehan seksual pada anak. Menurut Haryadi, saat ini terdapat 241 SD dan SMP dan hanya 20 yang bermodelkan sekolah ramah anak.

"Seharusnya semua sekolah harus ramah anak,bukan hanya 20 sekolah saja,"katanya saat diwawancarai di Balai kota,Selasa (6/6).

Haryadi menjelaskan pengembangan sekolah ramah anak ini bertujuan mewujudkan visi perlindungan dan pemenuhan hak anak. Sehingga harapannya sekolah ramah anak ini dapat mengentasi permasalahan seperti mencegah klitih,masuknya paham radikal atau terorisme,dan pelecehan seksual pada anak di kalangan pelajar Yogyakarta.

"Tiga pilar dalam sekolah yang meliputi satuan pendidikan, masyarakat dan pemerintah, harus bersinergi untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,"tegasnya.

Sementara iti sekretaris dinas pendidikan, Budi Asrori mengatakan dari sisi satuan pendidikan, guru seharusnya juga ramah terhadap anak. Pasalnya masih ada temuan diskriminasi guru kepada muridnya.

"Melakukan diskrimanasi antara memprioritaskan anak yang lebih pintar dibandingkan anak yang bodoh itu masih terjadi," terang Budi.

Sedangkan Octo Nur Arafat, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Yogyakarta, menjelaskan perlu ada beberapa poin untuk mengembangkan sekolah biasa menjadi sekolah ramah anak.

Octo menyebutkan perlu penyediaan ruang menari, ruang olahraga, lapangan,dan ruang rekreasi agar anak dapat bermain. Ia juga menegaskan sekolah ramah anak ini juga harus aman dari segala ancaman yang selalu melekat pada anak-anak.

"Sekolah ramah anak, juga harus aman fasilitas,aman dari pembullyan, aman dari pelecehan seksual dan bebas dari ancaman obat-obat terlarang seperti psikotropika,dan narkoba lainnya,"tutur Octo.

Octo juga menjelaskan cara perlindungan lewat 5 sekolah yang sudah bermodelkan sekolah ramah anak,sekolah dapat memasang CCTV,papan peringatan,dan tanda pengamanan untuk anak.

"Tujuannya adalah menciptakan anak yang baik,sehat,peduli lingkungan dan aman dari segala ancaman,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top