Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

gusipul

Surabaya-KoPi| Mewujudkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf membacakan puisi yang berjudul “Duhai Kanjeng Nabi”.

Puisi ciptaan orang nomor dua di Jatim tersebut disampaikan saat menghadiri Malam Cinta Rasul HUT TNI AD Kodam V Brawijaya dan Bolodewo Bersholawat di Lapangan Makodam V Brawijaya, Minggu (10/12) malam.

“Malam ini saya bacakan puisi khusus untuk Nabi Muhammad SAW,” ujar Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim.

Adapun isi puisi tersebut:

Duhai Kanjeng Nabi

Cintamu pada kami tiada henti,
tapi sholawat kami masih sekali-kali.
Kami junjung Kau sebagai panutan,
tapi sunnah-Mu kami perlakukan seperti prasmanan.
Dipilih berdasarkan kesukaan dan kecocokan.

Tapi kami ingin membenahi diri seperti contoh Kanjeng Nabi,
dados pribadi ingkang amanah.
Amalnya harus ditambah.
Pribadi ingkang adil, jujur, lan manfaat kangge sedulur.
Duh Kanjeng Nabi, ini puisi rindu kami.

Diakhir pembacaan puisinya, Gus Ipul berharap semua yang bersholawat bisa mendapatkan manfaat dunia akhirat. “Meskipun hujan tapi tidak menyurutkan niat kita semua. Mudah-mudahan air hujan yang turun jadi rahmat dan obat bagi semua,” imbuhnya. (Humaspemprov Jatim/Gd)

back to top