Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Wujudkan Kecintaan Nabi Muhammad, Gus Ipul Baca “Duhai Kanjeng Nabi”

gusipul

Surabaya-KoPi| Mewujudkan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf membacakan puisi yang berjudul “Duhai Kanjeng Nabi”.

Puisi ciptaan orang nomor dua di Jatim tersebut disampaikan saat menghadiri Malam Cinta Rasul HUT TNI AD Kodam V Brawijaya dan Bolodewo Bersholawat di Lapangan Makodam V Brawijaya, Minggu (10/12) malam.

“Malam ini saya bacakan puisi khusus untuk Nabi Muhammad SAW,” ujar Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim.

Adapun isi puisi tersebut:

Duhai Kanjeng Nabi

Cintamu pada kami tiada henti,
tapi sholawat kami masih sekali-kali.
Kami junjung Kau sebagai panutan,
tapi sunnah-Mu kami perlakukan seperti prasmanan.
Dipilih berdasarkan kesukaan dan kecocokan.

Tapi kami ingin membenahi diri seperti contoh Kanjeng Nabi,
dados pribadi ingkang amanah.
Amalnya harus ditambah.
Pribadi ingkang adil, jujur, lan manfaat kangge sedulur.
Duh Kanjeng Nabi, ini puisi rindu kami.

Diakhir pembacaan puisinya, Gus Ipul berharap semua yang bersholawat bisa mendapatkan manfaat dunia akhirat. “Meskipun hujan tapi tidak menyurutkan niat kita semua. Mudah-mudahan air hujan yang turun jadi rahmat dan obat bagi semua,” imbuhnya. (Humaspemprov Jatim/Gd)

back to top