Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Wadir Intelkam Polda DIY menyebut HTI membahayakan NKRI

Wadir Intelkam Polda DIY menyebut HTI membahayakan NKRI

Sleman-KoPI| Wadir Intelkam Polda DIY, AKBP Suswanto, SIK, M.Si, menyebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membahayakan NKRI karena sistem kekhalifahan, transnasional, serta penolakan terhadap sistem demokrasi yang dianut oleh HTI.

 

Paham kekhalifahan yang dianut HTI sebagai organisasi masyarakat dirasa membahayakan NKRI karena tidak sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

"Konsep yang membahayakan NKRI adalah paham khilafah yang akan membuat Islam seluruh daerah. Padahal founding father telah membentuk pancasila yang berasas kemajukan sebagai dasar negara", jelas Suswanto saat Dialog kebangsaan Jihad kebangsaan: Menakar Pelarangan HTI di Indonesia di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (26/4).

Tak hanya itu, sistem transnasional yang dianut HTI juga dikatakan dapat mengancam NKRI. Sistem transnasional sendiri merupakan sistem yang tidak memiliki batas negara.

"HTI menganut sistem transnasional, tanpa batas sehingga semuanya dijadikan khilafah fil ardh", ujar Siswanto.

Di sisi lain menurutnya sikap HTI yang tidak mengikuti Pemilu juga memperlihatkan bahwa HTI menolak paham demokrasi karena alasan tidak sesuai dengan Islam.

Ia kemudian menghimbau warga DIY untuk waspada dengan aliran-aliran yang dapat merongrong NKRI dan mendorong diadakannya sosialisasi 4 pilar di lembaga pendidikan untuk mengantisipasi penyebaran paham HTI.

"Untuk mengantisipasi penyebaran paham HTI Kita harus mensosialisaskina 4 Pilar di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus menanamkam sejak dini bahwa perbedaan bukan yg dipertantangkan. Kita besar karena kita majemuk", pungkasnya.

back to top