Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Wadir Intelkam Polda DIY menyebut HTI membahayakan NKRI

Wadir Intelkam Polda DIY menyebut HTI membahayakan NKRI

Sleman-KoPI| Wadir Intelkam Polda DIY, AKBP Suswanto, SIK, M.Si, menyebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membahayakan NKRI karena sistem kekhalifahan, transnasional, serta penolakan terhadap sistem demokrasi yang dianut oleh HTI.

 

Paham kekhalifahan yang dianut HTI sebagai organisasi masyarakat dirasa membahayakan NKRI karena tidak sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

"Konsep yang membahayakan NKRI adalah paham khilafah yang akan membuat Islam seluruh daerah. Padahal founding father telah membentuk pancasila yang berasas kemajukan sebagai dasar negara", jelas Suswanto saat Dialog kebangsaan Jihad kebangsaan: Menakar Pelarangan HTI di Indonesia di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (26/4).

Tak hanya itu, sistem transnasional yang dianut HTI juga dikatakan dapat mengancam NKRI. Sistem transnasional sendiri merupakan sistem yang tidak memiliki batas negara.

"HTI menganut sistem transnasional, tanpa batas sehingga semuanya dijadikan khilafah fil ardh", ujar Siswanto.

Di sisi lain menurutnya sikap HTI yang tidak mengikuti Pemilu juga memperlihatkan bahwa HTI menolak paham demokrasi karena alasan tidak sesuai dengan Islam.

Ia kemudian menghimbau warga DIY untuk waspada dengan aliran-aliran yang dapat merongrong NKRI dan mendorong diadakannya sosialisasi 4 pilar di lembaga pendidikan untuk mengantisipasi penyebaran paham HTI.

"Untuk mengantisipasi penyebaran paham HTI Kita harus mensosialisaskina 4 Pilar di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan harus menanamkam sejak dini bahwa perbedaan bukan yg dipertantangkan. Kita besar karena kita majemuk", pungkasnya.

back to top