Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Untuk kurangi jumlahnya, perokok aktif perlu didampingi

Untuk kurangi jumlahnya, perokok aktif perlu didampingi

Bantul-KoPi| Banyaknya jumlah perokok aktif di Indonesia tentu berdampak pada kesehatan penduduk secara keseluruhan. Oleh karenanya, mengurangi jumlah perokok aktif merupakan hal penting yang perlu dilakukan, terutama dengan adanya pendampingan dari beberapa pihak.

Direktur Muhammadiyah Tobaco Control Center (MTCC) UMY, Winny Setyonugroho, Ph.D., dalam Pelatihan Quit Now Stop Smoking Program, pada Rabu (01/02), mengungkapkan bahwa dengan didampingi, para perokok aktif akan lebih termotivasi untuk segera berhenti merokok.

“Menurut penelitian, hanya 10% perokok yang sukses berhenti dengan tanpa didampingi. Sedangkan dengan pendampingan, jumlah presentasenya lebih tinggi. Oleh karenanya, perlu bagi kita untuk ikut mendampingi mereka,” ujar Winny.

Terkait pelatihan yang diselenggarakan di Ruang Sidang AR Fakhruddin A lantai 5 hingga Jum'at (03/02) tersebut, Dianita Sugiyo, S.Kep, Ns.MHD, selaku Wakil Direktur MTCC UMY menjelaskan bahwa para peserta akan dibekali tujuh langkah untuk berhenti merokok.

Tujuh langkah tersebut antara lain bersiap untuk berhenti, waktunya untuk berhenti, menaklukkan kecanduan nikotin, memilih kebiasaan baru, hidup bebas dari asap rokok, tetap berhenti, dan menang seumur hidup.

“Program ini adalah program training untuk konselor klinik berhenti merokok, bekerja sama dengan H.E.L.P. Foundation di Asian Aid di Australia. Jadi training ini pembicaranya dari Australia dan ada beberapa dokter dari Indonesia juga. Kami melibatkan seluruh peserta dari Indonesia, ada yang dari unsur Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran atau Kesehatan Masyarakat atau keperawatan, lalu Rumah Sakit, Puskesmas, Balai Pengobatan, Dinas Kesehatan, dan yang lainnya,” jelas Dianita.

Dalam pelatihan tersebut, peserta yang merupakan para konselor di klinik berhenti merokok dihimbau untuk memandu para perokok agar mereka bisa tertolong untuk berhenti merokok. Penanganan yang dilakukan-pun beragam tidak hanya dari segi medis, namun juga dijelaskan Dianita, ada terapi perilaku.

“Harapannya bagi peserta bisa menyebarkan pengetahuannya juga ke konselor yang lain, karena memang metodenya banyak sekali dan MTCC sudah beberapa kali mengadakan serial untuk konselor klinik berhenti merokok dengan materi yang berbeda. Ini adalah materi yang kesekiannya. Jadi ada terapi komunikasi, seven steps to quit smoking dari Australia, dan lainnya. Jadi kita memang selalu mengupdate para peserta yang dahulunya mungkin pernah ikut agar bisa melengkapi metode-metode untuk menolong para perokok itu untuk berhenti,” tutup Dianita.

back to top