Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

TNI mulai jalankan program TNI Manunggal Membangun Desa di Yogyakarta

TNI mulai jalankan program TNI Manunggal Membangun Desa di Yogyakarta

Jogja-KoPi|Komando Daerah Militer(Kodim) 0734 Yogyakarta menggelar upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung 2017 tahap di Halaman APMD Yogyakarta (5/4). Dalam TMMD 2017 sebanyak 104 personil anggota gabungan TNI dan Polri akan dikerahkan untuk pembangunan di Banciro,Yogyakarta.

TTMD tahap ini akan dilaksanakan selama 30 Hari dimulai dari upacara pembukaan 5 April 2017 sampai 4 Mei 2017. Komandan Distrik Militer (Dandim) Kota Yogyakarta H.M Gurning mengatakan dalam TTMD tahap I, pihaknya mempunyai dua sasaran pembangunan.

“Jadi sebenarnya kegiatan yang kita lakukan merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada masyrakat dan kita memiliki dua sasaran untuk pelaksanaan TMMD, yaitu fisik dan non fisik,”jelasnya.

Sasaran fisik dalam TMMD tahap I ini berupa pembangunan dan perbaikan rumah dan infrastruktur di wilayah Banciro. Adapun pembangunan yang dilakukan seperti pembuatan Talup Bronjong di pinggiran Sungai Gajah Wong dengan panjang 58 meter, pembuatan rumah MCK (mandi cuci kakus), perbaikan balaI rukun kampung (RK) serta perbaikan lima unit rumah warga. Anggaran yang digunakan unutk TTMD Tahap I ini berjumlah 75 Juta Rupiah yang dananya berasal dari APBD dan APD Yogyakarta.

Sementara Sasaran non fisik berupa sosialisasi dari berbagai pihak seperti, Polresta Yogyakarta, Kodim 0734, DPM PPA Yogyakarta dan Kementrian Agama Yogyakarta. Sosialisasi yang diberikan kepada masayarakat terkait penyakit masyarakat dan narkoba, bela negara dan cinta tanah air, kekerasan dalam rumah tangga, dan menangkal fanatisme agama yang sempit ,terorisme dan paham ajaran sesat.

Program TMMD ini juga diapresiasi oleh Pejabat Wali Kota Yogyakarta, Sulistyo yang dirasa sangat membantu tugas pemerintah. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Setda kesejahteraan, Sulistyo berharap agar program TMMD ini dapat mempercepat pembangunan dan membantu untuk meningkatkan kesejahteraan serta menambah wawasan masyarakat kedepannya.

H.M Gurning, menginformasikan bahwa pihaknya menargetkan untuk melaksanakan tiga tahap TMMD sepanjang tahun 2017 di Yogyakarta. Namun karena perencanaan yang belum selesai, pihaknya belum bisa memberikan keterangan kapan tahap ke dua dan ketiga akan dilaksanakan.

“Tahun ini sebenarnya kita menginginkan 3 tahap seperti yang disampaikan oleh komando atas, namun karena perencanaannya di satu sisi belum siap, jadi belum tahu kapan dilakasanakan. Nanti kita lihat perkembangannya,”ujarnya.

Dia juga menambahkan pemilihan lokasi dan tempat untuk tahap kedua masib belum ditentukan. Terkait pemilihan lokasi, semua berdasarkan koordinasi dari pemda dan kebutuhan masyarakat.

“Nanti kita adakan rapat, sebelum dilaksanakan tahap kedua. Kemungkinan besar tempatanya akan diubah tidak di Gondokusuman lagi, semua tergantung survey dilapangan dan masukkan masyarakat,”pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top