Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tiga anak SD Kalinegoro Magelang hanyut di Sungai Progo

Tiga anak SD Kalinegoro Magelang hanyut di Sungai Progo

Magelang-KoPi|Tiga anak murid sekolah dasar (SD) berasal dari Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang hanyut dan tenggelam saat berenang di Sungai Progo, Rabu (6/12) siang sekiranya pukul 14.00 WIB.

Satu anak diketahui bernama Ultan Arya Maheswara usia 11 Tahun bertempat tinggal di Jl. Nanas VII Perum Kalinegoro berhasil dievakuasi oleh tim Sar gabungan dalam kondisi meninggal. Sementara dua anak lainnya belum ditemukan hingga saat ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang dalam riis resminya menceritakan kronologis kejadian, awalnya lima anak SD sedang bermain di Sungai Progo. Dua anak bermain pasir di pinggir sungai dan tiga anak bermain air. Ketiga anak inilah yang kemudian hanyut.

"Satu anak sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dan dibawa ke RSUD Muntilan untuk di otopsi, sedangkan kedua anak sedang dalam pencarian oleh tim SAR gabungan," tulis BPBD.

BPBD Magelang pun memantau lokasi kejadian, kondisi sungai dalam keadaan tenang dan tidak terlalu deras. Sementara pencarian korban sudah dilakukan oleh Polri, BPBD , Tim SAR Gabungan dan Warga setempat sejak waktu kejadian. Pukul 18.00 Pencarian korban di hentikan dan dilanjutkan pemantauan / Penyisiran darat.

Sementara itu Badan Pencarian dan Pertolongan Daerah DIY (Basarnas DIY) sudah siap siaga jika kedua korban hanyut hingga ke aliran Sungai di wilayah Jogja. Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto pihaknya masih menunggu koordinasi dari Tim Sar dan BPBD wilayah Magelang.

"Basarnas jogja sudah koordinasi dengan Basarnas jateng karena wilayah TKM nya masuk di wilayah jateng. Apabila basarnas jateng membutuhkan personil,maka basarnas jogja siap meluncur membackup. Basarnas jogja siap turun tapi untuk sementara masih stand by di kantor untuk pemantauan,"pungkas Pipit saat dihubungi via chatting Whatsapp. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top