Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Terapi Radiologi percepat penyembuhan kanker dan kelainan pembuluh darah jantung

Terapi Radiologi percepat penyembuhan kanker dan kelainan pembuluh darah jantung

Jogja-KoPi│ Dr. DR Bagas Woto, Penanggung Jawab Pelayanan Kedokteran Nuklir RS P Sardjito, mengatakan terapi radiologi yang benar dengan alat yang canggih dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien kanker dan kelainan pembuluh darah jantung, saat jumpa pers Pertemuan Ilmiah Tahunan PDSRI XII di Royal Ambarukmo Hotel, Jumat (5/5).

 

Terapi radiologi yang memanfaatkan sinar x-ray dapat mempercepat kesembuhan pasien dengan pengetahuan dokter yang mumpuni dan alat yang canggih. Alat radiologi yang canggih dapat mendeteksi lebih awal penyakit yang diderita oleh pasien.

“Dengan alat yang canggih kita bisa melihat dan mendeteksi penyakit sejak awal. Keselamatan pasien menjadi lebih baik, dan pasien tidak menderita. Jangan sampai pasien menderita”, jelas Bagas.

Alat yang canggih juga memungkinkan pengobatan langsung ke sel target tanpa mengenai sel sekitarnya.

Namun, menurut Bagas terapi radiologi di Indonesia sangat kurang. Apalagi untuk menjangkau semua daerah dan wilayah yang ada di Indonesia. Padahal menurut Bagas sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan asing. Namun sayangnya peralatan di Indonesia kurang mencukupi.

“Orang Indonesia pinter-pinter mengobatai, SDM kita tidak kalah, hanya kita kalah dalam alat-alat. Di luar negeri peralatan medis pajaknya dikurangi, harapannya peralatan kesehatan tidak usah menggunakan pajak”, kata Bagas.

Ia juga mengatakan penangan yang benar dari dokter dalam melakukan terapi radiologi juga dapat meningkatkan keamanan pasien dengan efek samping yang kecil.

“Radiologi terbaru ke arah terapi karena itu we know, see, and treat. Kita punya pengetahuan kita tahu pola penyakitnya, anatomi penyakitnya, tentunya kita bisa melakukan terapi yang lebih tepat sehingga keamanan pasien meningkat, kesembuhan pasien bisa lebih cepat dan efek sampingnya lebih sedikit”, jelasnya.

Tak hanya itu dokter radiologi di Indonesia juga kurang dan penyebarannya tidak merata. Bagas mengatakan jumlah dokter radiologi di Indonesia satu banding lima belas ribu. Sehingga perlu dilakukan pendidikan yang lebih dalam di bidang radiologi.

Ia juga mengingatkan kepada para dokter untuk mempelajari secara mendalam tentang radiologi sebelum melakukan pengobatan dengan terapi radiologi karena radiologi memiliki efek samping.

“Kalau tidak kompeten di bidang X-ray sebaiknya jangan, karena memiliki efek samping. Kalau kelebihan akan bahaya kalau sedikit akan memiliki efek genetik. Tapi jika dilakukan dengan benar akan mempercepat kesembuhan pasien”, pungkasnya.

back to top