Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Surat terbuka kerabat Sultan X, Keraton adalah Warisan Budaya, bukan milik Sultan

kompas.com kompas.com

Jogja-KoPi| Kerabat Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengkubowono X membuat surat terbuka untuk menanggapi polemik 'Sabda Raja' yang kontroversial. Nama-nama kerabat yang memberi tanda tangan adalah GBRAy Mudrokusumo, KGP Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo, GBPH Pakuningrat.

Surat bertanggal 12 Januari 2016 tersebut berisi tiga poin yang menyatakan, pertama Keraton Yogyakarta adalah Lembaga Adat dan Warisan Budaya, sehingga seorang sultan bukanlah pemilik keraton, tetapi sebagai pemimpin adat. Maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan kegiatan keraton harus sesuai dengan Tata Keprajan dan Paugeran Keraton sebagai institusi adat.

sukbt

Dua, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara historis kultural adalah warisan budaya kasultanan Trah Hamengku Buwono, sehingga segala sesuatu yang menyangkut suksesi, kalenggahan dan kalenggengan keluarga besar Hamengku Buwono harus sesuai Paugeran Keraton yang sudah berlangsung turun temurun seperti yang sudah banyak dicontohkan para leluhur.

Tiga, Yang bertahta saat ini di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X, sehingga semua sabda selain dari nama tersebut di atas adalah tidak ada legitimasinya.

back to top