Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sultan lantik dua putrinya sebagai ketua CSR dan Karang Taruna

Sultan lantik dua putrinya sebagai ketua CSR dan Karang Taruna

Jogja –KoPi|Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono melantik pengurus baru tiga pilar organisasi sosial yaitu Corporate Social Responsibility (CSR) Kesejahteraan Sosial, Karang Taruna, dan Ikatan Pekerja sosial masyarakat (IPSM) DIY, di Gedung Wilis, Kompleks Kantor Gubernur Yogyakarta,Sabtu (13/5).

Kepengurusan merupakan periode ke lima, dan memasuki masa bhakti 2017-2022. Pada pelantikan ini dilantik pula dua putri Sultan dengan jabatan masing-masing sebagai ketua organisasi.

Putri pertama Sultan, GKR Mangkubumi dilantik sebagai Ketua CSR Kesos DIY dan Putri kedua Sultan, GKR Condrokirono dilantik sebagai ketua Karang Taruna DIY. Sementara untuk kepengurusan IPSM, dilantik lah Anton Sutopo sebagai ketua.
Pada pelantikan ini diundang pula perwakilan seluruh karang taruna di DIY yang berjumlah 438 pada tingkat kelurahan, 78 pada tingkat Kecamatan. Dan 5 karang taruna pada tingkat kabupaten.

Dalam sambutnnya, Sri Sultan mengatakan tiga organisasi tersebut memiliki misi utama yaitu mengatasi masalah ketimpangan kesejahteraan sosial lewat pemberdayaan masyarakat. Tujuannya adalah terciptanya ketahanan ekonomi masyarakat lebih tangguh, mandiri dan sejahtera.

Sultan pun mengutip dari buku Ginadjar Kartasasmita dan menjelaskan cara melaksanakan pemberdayaan masyarakat setidaknya harus menganut tiga prinsip dasar.

“Pertama, fungsi enabling dengan menciptakan iklim kondusif yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang maju. Kedua, fungsi empowering dengan memperkuat sumberdaya masyarakat yang meliputi penyediaan dan pembukaan akses peluang unutk masyarakat . Ketiga, fungsi supporting dan protecting dimana pemberdayaan mengandung arti pula nmendukung dan melindungi,”

Tidak hanya itu, Sultan juga menekankan tiga organisasi tersebut memiliki target pembinaan yang berupa Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) diseluruh DIY. PMKS sendiri meliputi keluarga Fakir miskin, anak terlantar dan jalanan, lanjut usia, gelandangan dan pengemis, penyandang cacat, korban bencana alam dan tindak kekerasan, pekerja migran dan lain-lain.

Dia pun berharap pada masa bhakti kali ini , ketiga organisasi berjalan secara sinergis dan mampu menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi di Yogyakarta.

“Dengan harapan lanjut , agar ketiganya mengakumulasikan secara sinergis dan terintegrasi lintas program-programnya agar hasilnya lebih terarah, sehingga bisa membuahkan hasil signifikan yang kasat mata,”pungkasnya.| Syidiq syaiful Ardli

back to top