Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sultan HB X mendukung Jokowi dalam menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas

Sultan HB X  mendukung Jokowi dalam menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas

Jogja-KoPi│Gubernur DIY, Sultan Hamengubuwana X, mendukung Jokowi dalam menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas di Indonesia serta intruksi yang diberikan kepada Kapolri dan Panglima TNI, agar menindak tegas setiap ujaran dan tindakan yang dapat mengganggu persaudaraan dan kesatuan bangsa.

Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka (16/5) mengajak semua  pihak untuk dapat bersatu menjaga kebinekaan dan solidaritas serta meminta para pihak maupun kelompok untuk segera menghentikan gesekan-gesekan yang ada.

Tak hanya itu, Presiden juga mengintruksikan Kapolri dan Panglima TNI agar menindak tegas setiap ujaran dan tindakan yang dapat mengganggu persaudaraan dan kesatuan bangsa.

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, NKRI dan Bhinneka Tungal Ika, dan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," tutupnya dalam pernyataan di press release dari Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Menanggapi hal tersebut, Sultan Hamengkubuwana X merasa tindakan yang dilakukan Presiden adalah benar.

“Beliau punya wewenang untuk hal sepri itu, bagus. Kita butuh suasana yang kondusif karena kita sudah merdeka 70 tahun lebih. Tapi sepertinya sebagai bangsa yang harusnya menata masa depan, namun dipenuhi oleh isu-isu  yang sifatnya lokal," ujar Sultan saat diwawancarai dalam Pertemuan Nasional Museum di Hotel Syahid Rich Yogyakarta, Rabu (17/5).

Isu-isu lokal tersebut menyebabkan Indonesia berputar-berputar pada masalah yang dihadapi dan justru terlihat sebagai negara yang baru membangun bangsa dan negara. Perbedaan yang ada harusnya dianggap sebagai kekuatan untuk Indonesia.

“Jangan ada diskriminasi, kita ini dalam kebersamaan. Jadi yang merasa mayoritas jangan mendominasi, tapi disini yang minoritas merasa nyaman karena dilindungi yang mayoritas. Tidak usah membicarakan hal yang remeh-remeh, menata masa depan saja," terangnya

Selain itu, seharusnya tidak ada dominasi di Indonesia baik dari muslim maupun Suku Jawa sebagai kaum masyoritas di Indonesia.

“Yang muslim merasa dominan, ya jangan memaksakan kehendak, tapi melindungi. Orang Jawa yang dominan ya jangan memaksa menjadi mayoritas, semua suruh untuk ikut-ikutan. Ya justru Indonesia mau mengapresiasi yang minoritas menjadi nyaman dan aman”, jelas Sultan.

Sultan juga menyarankan masyarakat Indonesia untuk mensyukuri semua perbedaan yang ada di Indonesia dan tidak melakukan perbuatan yang mengganggu kebersamaan.

“Dari yang berbeda-beda menyatakan diri menjadi satu yaudah itu aja disyukuri. Jangan ngomong macem-macem yang menggangu kebersamaan itu," pungkasnya.

back to top