Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Jogja-KoPi| Kulon Progo harus menyiapkan Rumah Sakit (RS) berstandar internasional untuk mendukung New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang diprediksi akan menambah jumlah wisatawan asing di Kulon Progo.

Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwana X mengatakan Kulon Progo harus memiliki RS berstandar internasional untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan di Kulon Progo.

“Kita harus punya persiapan, pertama Kulon Progo membangun RS yang memenuhi standar internasional dari perpanjangan tangan RS Sardjito”, tambahnya saat memberikan sambutan di seminar HUT ke-44 PSKK UGM.

Rumah sakit bertaraf internasional diperlukan karena Sultan tidak menginginkan Jogja seperti Bali pada zaman dulu yang siap dengan tempat wisatanya tapi tidak siap dengan RS yang berstandar internasional.

“Jangan sampai Jogja seperti Bali dulu, ada bom tapi rumah sakit tidak berstandar internasional. Akhirnya banyak korban terluka yang dilarikan ke Australia. Tempat wisata siap tapi RS tidak siap dengan standarisasi internasional. Kita tidak mau seperti itu”, tambahnya.

Sementara, RS Sardjito telah selama tiga tahun terakhir diarahkan untuk mendapatkan dan memberikan standar internasional.

“RS Sardjito sudah kami minta harus memenuhi standar internasional, 3 tahun ini kita arahkan ke standar internasional”, ujar Sultan.

Sultan berharap dengan dibangunnya RS berstandar internasional di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah bagian selatan dan barat, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Jogja.

“Dengan dibangunnya RS di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah sebelah selatan dan barat dengan harapan ikut memberikan kontribusi pembangunan ekonomi di Jogja yang sudah jalan ini”, jelasnya.

back to top