Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Sultan HB X akan siapkan Rumah sakit berstandar Internasional di Kulon Progo

Jogja-KoPi| Kulon Progo harus menyiapkan Rumah Sakit (RS) berstandar internasional untuk mendukung New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang diprediksi akan menambah jumlah wisatawan asing di Kulon Progo.

Gubernur Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwana X mengatakan Kulon Progo harus memiliki RS berstandar internasional untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan di Kulon Progo.

“Kita harus punya persiapan, pertama Kulon Progo membangun RS yang memenuhi standar internasional dari perpanjangan tangan RS Sardjito”, tambahnya saat memberikan sambutan di seminar HUT ke-44 PSKK UGM.

Rumah sakit bertaraf internasional diperlukan karena Sultan tidak menginginkan Jogja seperti Bali pada zaman dulu yang siap dengan tempat wisatanya tapi tidak siap dengan RS yang berstandar internasional.

“Jangan sampai Jogja seperti Bali dulu, ada bom tapi rumah sakit tidak berstandar internasional. Akhirnya banyak korban terluka yang dilarikan ke Australia. Tempat wisata siap tapi RS tidak siap dengan standarisasi internasional. Kita tidak mau seperti itu”, tambahnya.

Sementara, RS Sardjito telah selama tiga tahun terakhir diarahkan untuk mendapatkan dan memberikan standar internasional.

“RS Sardjito sudah kami minta harus memenuhi standar internasional, 3 tahun ini kita arahkan ke standar internasional”, ujar Sultan.

Sultan berharap dengan dibangunnya RS berstandar internasional di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah bagian selatan dan barat, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Jogja.

“Dengan dibangunnya RS di Kulon Progo juga dapat memenuhi standar tertentu bagi masyarakat Jawa Tengah sebelah selatan dan barat dengan harapan ikut memberikan kontribusi pembangunan ekonomi di Jogja yang sudah jalan ini”, jelasnya.

back to top