Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sultan Hamengkubuwana X: Indonesia terancam proxy war

Sultan Hamengkubuwana X: Indonesia terancam proxy war

Jogja-KoPi| Sultan Hamengkubuwana X mengatakan perang proxi ibarat nabuh nyilih tangan dalam peribahasa Jawa, saat memberikan sambutan di kegiatan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dengan tema Perjalanan Sejarah Persandian Menuju Cyber Security di hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu (15/5).

Indonesia perlu mengantisipasi serangan proxi war dari berbagai negara di dunia karena Indonesia adalah target dari proxi war.

"Indonesia menjadi target serangan proxi war karena strategis dan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya", jelas Sultan.

Proxi war tidak dinyatakan secara terbuka, namun dirahasiakan. Perang proxi dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga, seperti menggunakan negara lain baik dalam bentuk pengerusakan budaya, moral generasi muda maupun dalam bentuk cyber terror dan cyber crime yang mengambil data rahasia suatu negara.

"Senjata yang digunakan bukan lagi senjata militer, namun penghancuran budaya, ekonomi, serta moral generasi muda", jelasnya.

Selain itu, Sultan juga menyebutkan Amerika menyerang Indonesia secara tidak terang-terangan, namun melalui Malaysia, Singapura, bahkan Cina.

"AS memilih perang proxi dengan menggunakan negara lain seperti Malaysia, Singapura, juga menggunakan teror menggunakan China tapi pendanaaanya dari AS", tambahnya

Sultan menyebut hal tersebut ibarat "nabuh nyilih tangan" dalam bahasa Jawa. Selain itu Indonesia juga terancam proxi war yang dilancarkan dalam bentuk cyber crime dan cyber terror melalui internet dan komputer.

Menurutnya cyber terror dan cyber crime dapat mengambil data rahasia negara dan menyebarkannya secara bebas.

"Data rahasia dapat diambil dan disebarkan secara bebas, RS harus kembali menggunakan sistem pencatatan manual karena komputernya di hack", jelas Sultan.

Cyber Security yang kuat dapat digunakan untuk menangkal cyber crime dan cyber teror dalam proxi war.

Sehingga lembaga persandian negara yang mencakup semua ilmu tentang pengamanan data rahasia di negara harus mampu menangani masalah tersebut, terutama kerahasian data negara.

Diperlukan persandian dengan keamanan yang canggih untuk melawan proxi war dalam bentuk cyber crime dan cyber teror sehingga terbentuk cyber security.

"Persandian dengan keamanan yang canggih dapat menjadi cyber security yang dapat melindungi Indonesia dari cyber crime dan cyber teror", pungkas Sultan.

back to top