Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sultan Hamengkubuwana X: Indonesia terancam proxy war

Sultan Hamengkubuwana X: Indonesia terancam proxy war

Jogja-KoPi| Sultan Hamengkubuwana X mengatakan perang proxi ibarat nabuh nyilih tangan dalam peribahasa Jawa, saat memberikan sambutan di kegiatan Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dengan tema Perjalanan Sejarah Persandian Menuju Cyber Security di hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu (15/5).

Indonesia perlu mengantisipasi serangan proxi war dari berbagai negara di dunia karena Indonesia adalah target dari proxi war.

"Indonesia menjadi target serangan proxi war karena strategis dan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang kaya", jelas Sultan.

Proxi war tidak dinyatakan secara terbuka, namun dirahasiakan. Perang proxi dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga, seperti menggunakan negara lain baik dalam bentuk pengerusakan budaya, moral generasi muda maupun dalam bentuk cyber terror dan cyber crime yang mengambil data rahasia suatu negara.

"Senjata yang digunakan bukan lagi senjata militer, namun penghancuran budaya, ekonomi, serta moral generasi muda", jelasnya.

Selain itu, Sultan juga menyebutkan Amerika menyerang Indonesia secara tidak terang-terangan, namun melalui Malaysia, Singapura, bahkan Cina.

"AS memilih perang proxi dengan menggunakan negara lain seperti Malaysia, Singapura, juga menggunakan teror menggunakan China tapi pendanaaanya dari AS", tambahnya

Sultan menyebut hal tersebut ibarat "nabuh nyilih tangan" dalam bahasa Jawa. Selain itu Indonesia juga terancam proxi war yang dilancarkan dalam bentuk cyber crime dan cyber terror melalui internet dan komputer.

Menurutnya cyber terror dan cyber crime dapat mengambil data rahasia negara dan menyebarkannya secara bebas.

"Data rahasia dapat diambil dan disebarkan secara bebas, RS harus kembali menggunakan sistem pencatatan manual karena komputernya di hack", jelas Sultan.

Cyber Security yang kuat dapat digunakan untuk menangkal cyber crime dan cyber teror dalam proxi war.

Sehingga lembaga persandian negara yang mencakup semua ilmu tentang pengamanan data rahasia di negara harus mampu menangani masalah tersebut, terutama kerahasian data negara.

Diperlukan persandian dengan keamanan yang canggih untuk melawan proxi war dalam bentuk cyber crime dan cyber teror sehingga terbentuk cyber security.

"Persandian dengan keamanan yang canggih dapat menjadi cyber security yang dapat melindungi Indonesia dari cyber crime dan cyber teror", pungkas Sultan.

back to top