Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Sulitnya mendapatkan akses modal bagi usaha kecil

Sulitnya mendapatkan akses modal bagi usaha kecil

Menurut Ani Sutarnisih, ia tak pernah mendapatkan sosialisasi dari pemerintah bagaimana cara mendapatkan akses modal dan alat pengembangan usaha. Satu-satunya yang ia dengar adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ternyata harus dengan jaminan yang ia tak punya.

Sleman-KoPi| Keterbatasan alat membuat kripik gethuk milik Ani Sutarnisih tidak dapat berkembang. Keterbatasan pendidikan serta informasi membuatnya kebingungan untuk mendapatkan bantuan modal dana dan alat dari pemerintah dan penyedia dana bantuan usaha lainnya. Belum ada sosialisasi pemerintah mengenai prosedural pengajuan modal alat maupun uang.

"Saya tidak tahu dengan birokrasi yang ada dalam pemerintahan, tak tahu harus mengurus modal kemana, acaranya bagaimana untuk mendapatkan modal usaha," ungkap Ani Sutarnisih, pembuat kripik gethuk Siduandi, Sleman Yogyakarta, ketika diwawancarai terkait usahanya.

Usaha kripik gethuk yang dijalankan oleh Ani Sutarnisih telah berusia lebih dari 2 tahun, namun sayangnya usaha ini tidak berjalan mulus dan memberikan kesejahteraan yang lebih bagi dirinya. Kekurangan modal serta keterbatasan alat membuatnya lama dalam memproduksi kripik gethuk.

Sementara itu, ia mengaku bahwa ia tidak tahu bagaimana cara pengajuan bantuan modal dan alat produksi. Kripik gethuk yang sebenarnya memiliki pasar yang besar di Sleman sebagai salah satu bentuk cemilan harus pasrah menerima takdirnya untuk dipasarkan di toko-toko

Pengerjaan kripik gethuk yang lama yaitu selama 3 hari tak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Menurut Ani Sutarnisih, singkong seberat 15 kg akan menjadi 6 kg keripik gethuk, dengan keuntungan 30 ribuan. Keuntungan yang sedikit untuk waktu pengerjaan yang lama.

Ani Sutarnisih dalam seminggu mengaku hanya dapat memproduksi 45 kg singkong untuk dijadikan kripik. Padahal menurutnya konsumen kripik gethuk tinggi.

"Proses pembuatannya tak sebanding dengan keuntungannya, ya gara-gara tidak ada alat untuk memproduksi nya. Jadi belum ada pengembangannya juga,"jelas Ani Sutarnisih

Anik Sutarnisih berharap pemerintah memberikan Penyuluhan dan sosialisasi berkenaan Tata cara mendapatkan modal uang atau pun barang untuk usaha, khususnya cemilan. Menurutnya sosialisasi ini penting agar teman-temannya yang selama pengusaha kecil dapat bertahan dan memperluas usahanya.

back to top