Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Seribu amplop dibakar sebagai simbol menolak politik uang di Yogyakarta

Seribu amplop dibakar sebagai simbol menolak politik uang di Yogyakarta

Jogja-KoPi| Jaringan Pemilih Pemula (JPP) Yogyakarta adakan aksi bakar 1000 amplop di depan kantor KPU Yogyakarta, Selasa (31/1). Aksi bakar 1000 amplop ini sebagai bentuk penolakan Pemilih Pemula terhadap money politik.

"Amplop sebagai simbol bahwa masyarakat Kota Yogyakarta melawan money politik. Kami menyerukan kepada elit-elit politik Jangan bodohi kami dengan money politk," jelas Ardhi Shihab, koordinator umum aksi.

Praktik politik uang dinilai memiliki dampak buruk dalam mengilusi dan mencangkok pola pikir masyarakat menjadi pragmatis serta munculnya kebijakan pemimpin yang tidak berpihak kepada masyarakat.

"Praktik politik uang akan menyebabkan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat kecil. Arep dadi nyebar duit, wes dadi nggolek duit" (Menyebarkan uang, pasti mau cari uang juga. Red), tandas Ardi Shihab.

JPP dalam aksinya memperingatkan calon kepala daerah khususnya Yogyakarta untuk jangan sekali-kali melakukan praktik uang. Selain itu, JPP juga mengajak KPU dan Banwaslu sebagai penyelenggara dan pengawas untuk menyelenggarakan pemilihan secara bersih dan melakukan tindak tegas terhadap siapa saja yang terbukti melakukan praktik politik uang.

JPP juga mengajak segenap masyarakat khususnya masyarakat Yogyakarta bersama-sama memerangi praktik politik uang dan menolak dengan tegas calon yang melakukan praktik politik uang.

Sementara itu, Sri Sunarsih, Divisi Sosialisasi Pemilu menanggapi baik aksi JPP ini dengan mengatakan ini akan menjadi pengingat bagi KPU untuk menolak money politik dan juga bentuk-bentuk lainnya dalam pemilu. KPU Yogyakarta juga berkomitmen akan menjaga indepensi dan kredibilutas dalam penyelenggaraan Pemilu.

Senada dengan KPU, Panwaslu Yogyakarta juga mendukung alksi bakar 1000 amplop sebagai bentuk penolakan terhadap praktek politik uang.

"Kami mengharapkan partisipasi masyarakat Jogja untuk mengawal Pilwali Yogyakarta bersama-sama dengan Panwaslu. Ketika ada politik uang harap ke Panwaslu Jogja," ujar Iwan Ferdian Susanto, Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Panwaslu Yogyakarta. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top