Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

RSM Dr Yap gelar kampanye tahunan untuk melawan resistensi antibiotik

RSM Dr Yap gelar kampanye tahunan untuk melawan resistensi antibiotik

Jogja-KoPi|Rumah sakit mata (RSM) Dr Yap menggelar kampanye rutin tahunan untuk melawan resistensi antibiotik dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya kegiatan cap tangan, cuci tangan, senam masal dan talkshow cuci tangan di RSM Dr Yap, Jumat (5/5).

 

Pada kampanye tahun ini pihak RSM Dr Yap mengusung tema melawan resistensi antibiotik dengan mencuci tangan yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dari institusi sekitar RSM dan karyawan RSM.

Ketua Panitia ,Dr Anggun mengatakan permasalahan resistensi antibiotik makin merebak di masyarakat meski penggunaan antibiotik masih dibilang rasional.

"Kebersihan tangan juga berkaitan dengan resisteni antibiotik, kasus resistensi ini semakin lama semakin banyak, penggunaan yang rasiional saja bisa menyebabkan resistensi apalagi yang irasional”, ujar Ketua Panitia Yang Sekaligus Kepala Instalasi Rawat Inap RSM Dr Yap.

Resistensi antibiotik sendiri merupakan gejala dimana bakteri dapat kebal dan mampu melawan antibiotik yang dikonsumsi pasien yang terkena penyakit infeksi akibat bakteri. Bakteri yang resisten ini bermutasi dan mempengaruhi bakteri lain sehingga bakteri tersebut menjadi resistens terhadap antibiotik.

Dia menambahkan dengan metode cuci tangan,maka setidaknya seseorang dapat mengurangi resistensi antibiotik. Pasalnya cuci tangan sendiri dapat mencegah infeksi terjadi sebelum bakteri masuk ke dalam tubuh.

"Dan dengan mencegah infeksi maka kita tidak perlu menggunakan antibiotic”, tambahnya.

Sementara, Direktur Utama RSM dr Yap, dr. Enny Cahyani Permatasari juga mengatakan hal yang sama, menurutnya pihak RSM sendiri selalu mengedepankan kegiatan cuci tangan baik itu saat memasuki atau keluar dari RSM.

“Lewat program WHO yang selalu menekankan aktivitas cuci tangan, kita diminta untuk terus selalu mencuci tangan, baik itu di dalam rumah sakit dan di luar rumah sakit. Tujuannya agar kita kita tidak membawa penyakit dari dalam dan luar rumah sakit”,tambahnya

Kampanye ini diharapkan mampu membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit dan resistensi antibiotik. |Syidik Syaiful Ardli

back to top