Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

Jogja-KoPi| Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada mengutuk keras dan meminta pengusutan kasus penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan.

 

Penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi pada pagi ini, Selasa (11/4), saat Novel Baswedan pulang dari sholat subuh di Masjid Al Ikhsan. Pelaku penyerangan yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras pada Novel Baswedan.

Penyerangan tersebut menurut Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM, merupakan serangan balik koruptor terhadap pemberantas korupsi.

"Kami menduga ini adalah serangan balik koruptor terhadap pemberantasan korupsi. Sedih sekali apabila sekelas penyidik diberikan senjata api tidak dapat berkeliaran​ dengan serangan tersebut", jelasnya saat konverensi press, Selasa (11/4) di kantor PUKAT UGM.

Selain itu Hifdzil Alim juga menyakini bahwa penyerangan pada Novel Baswedan adalah serangan bar-bar dan teror.

"Kami menyakini ini adalah serangan bar-bar, serangan biadab. Bentuk teror", ujarnya.

Bukan kali ini saja teror menghampiri pegawai KPK. Setidaknya dalam beberapa kasus yang sedang ditangani oleh KPK eskalasi teror semakin meningkat, tidak hanya sekedar ancaman terapi sudah menjadi teror fisik yang mengancam nyawa.

"Ini bukan teror pertama pada KPK dan lembaga pemberantas korupsi. Teror tidak hanya ancaman tapi sudah kekerasan fisik", jelas Hifdzil Alim. 

Untuk itu PUKAT UGM mengutuk keras segala bentuk teror kepada KPK, menuntut presiden Jokowi untuk memperbaiki Polri mengusut hingga tuntas penyerangan Novel Baswedan. Selain itu, PUKAT juga menuntut kepolisian RI untuk menungkatkan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dan mendorong pimpinan KPK untuk memberikan perlindungan terhadap KPK. 

back to top