Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

PUKAT UGM kutuk penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan

Jogja-KoPi| Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada mengutuk keras dan meminta pengusutan kasus penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan.

 

Penyerangan Penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi pada pagi ini, Selasa (11/4), saat Novel Baswedan pulang dari sholat subuh di Masjid Al Ikhsan. Pelaku penyerangan yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras pada Novel Baswedan.

Penyerangan tersebut menurut Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM, merupakan serangan balik koruptor terhadap pemberantas korupsi.

"Kami menduga ini adalah serangan balik koruptor terhadap pemberantasan korupsi. Sedih sekali apabila sekelas penyidik diberikan senjata api tidak dapat berkeliaran​ dengan serangan tersebut", jelasnya saat konverensi press, Selasa (11/4) di kantor PUKAT UGM.

Selain itu Hifdzil Alim juga menyakini bahwa penyerangan pada Novel Baswedan adalah serangan bar-bar dan teror.

"Kami menyakini ini adalah serangan bar-bar, serangan biadab. Bentuk teror", ujarnya.

Bukan kali ini saja teror menghampiri pegawai KPK. Setidaknya dalam beberapa kasus yang sedang ditangani oleh KPK eskalasi teror semakin meningkat, tidak hanya sekedar ancaman terapi sudah menjadi teror fisik yang mengancam nyawa.

"Ini bukan teror pertama pada KPK dan lembaga pemberantas korupsi. Teror tidak hanya ancaman tapi sudah kekerasan fisik", jelas Hifdzil Alim. 

Untuk itu PUKAT UGM mengutuk keras segala bentuk teror kepada KPK, menuntut presiden Jokowi untuk memperbaiki Polri mengusut hingga tuntas penyerangan Novel Baswedan. Selain itu, PUKAT juga menuntut kepolisian RI untuk menungkatkan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dan mendorong pimpinan KPK untuk memberikan perlindungan terhadap KPK. 

back to top