Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PT KAI realisasikan bongkar kios sepanjang Pasar Kembang

PT KAI realisasikan bongkar kios sepanjang Pasar Kembang
Jogja-KoPi| Ratusan petugas PT KAI Daop 6 mulai menertibkan puluhan kios di sepanjang sisi utara jalan Pasar Kembang Stasiun Tugu Yogyakarta, Selasa pagi (5/7). 
 
Kurang lebih 70 kios dengan panjang jalan hingga 800 mete ditertibkan dan dibongkar untuk dibangun pedestrian. Humas Pt KAI DAOP 6,Eko Budianto menjelaskan rencana pembangunan  pedestrian ini dibuat agar Stasiun Tugu tidak terlihat kumuh.
 
"Lahan ini milik PT KAI Persero, sehingga kami wajib untuk menertibkan nya agar tidak terlihat kumuh. Caranya adalah dengan membangun pedestrian,"terang Eko.
 
Eko pun menerangkan pembangun pedestrian dibuat agar lalu lintas dijalan pasar kembang menjadi lancar dan tidak terlihat kumuh oleh kios. Pembangunan pedestrian diawali dengan penertiban hari ini dan dijadwalkan akan selesai pada akhir Desember Tahun ini.
 
Ratusan petugas PT KAI dikawal oleh kepolisian Polres Yogyakarta ,Pasukan Jaga Boro (Jaga Malioboro) pun mulai menertibkan dengan mengosongkan isi kios, membuka pintu kios yang terkunci,dan mengeluarkan furniture atau dagangan pedagang. 
 
Satu alat berat seperti juga sudah siap dioperasikan untuk mengeksekusi kios pedagang. Namun petugas tidak serta merta  menjalankan alat berat tersebut dan mulai membongkar bangunan kios dengan alat sederhana.
 
Beberapa pedagang pun sempat berusaha menghalang-halangi usaha penertiban namun pada akhirnya mereka hanya bisa pasrah melihat kiosnya ditertibkan.
 
"Kita pasrah saja,  negosiasi sudah tidak mungkin dan tidak ada perundingan karena sp sudah diturunkan,"kata salah satu pedagang kelontong yang tidak mau menyebutkan namanya.
 
Dijadwalkan pembongkaran kios hingga rata dengan tanah akan selesai pada hari ini tanpa ada penundaan.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top