Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

POTADS-PIK Yogyakarta Peringati Hari Sindroma Down Dunia

POTADS-PIK Yogyakarta Peringati Hari Sindroma Down Dunia

Jogja-KoPi│POTADS-PIK (Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome) memperingati hari Sindroma Down dunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret dengan mengadakan kegiatan bertema, “Friends, Culture, And Nature”, pada Minggu 20 Maret 2016 di Balaikota Yogyakarta.

Kegiatan yang diadakan oleh POTADS-PIK dalam rangka memperingati hari Sindroma Down dunia ini diawali dengan latihan bersama pencak silat dari Perisai Diri dan Keluarga Pencak Silat Muntilan, ice breaking dari Pelangi Buana Sakti, sarasehan (Diskusi komunitas disabel Yogyakarta), pertunjukan seni dari ADS (Anak Down Syndrome) dan komunitas lain seperti breakdance dari POTADS, tari-tarian dari Karisma Dance, Sanggar Nali Tari, SLB Pembina, Little Tree dan pertunjukan perkusi dari SDLB Tegar Harapan Sleman.

Kegiatan yang dibuka oleh KGPAA Pakualaman X ini, bertujuan sebagai ruang interaksi ADS dengan masyarakat umum, melatih ADS mandiri dan kreatif, bersosialisasi dengan komunitas lain dan melatih ADS mencintai budaya dan lingkungannya.

Menurut, Sri Rejeki Ekasasi, Ketua POTADS PIK, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ADS mempunyai hak yang sama sebagai warga negara, ADS wajib diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya, ADS mempunyai hak untuk turut serta membangun negara melalui pelestarian budaya dan alam bersama-sama dengan masyarakat sekitar.

“Kami berharap anak-anak dengan sindroma down dan berkebutuhan khusus lainnya diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan ambil bagian dalam pembangunan, kesetaraan dalam pekerjaan, lingkungan yang kondusif untuk saling berinteraksi dalam keberagaman,” tambahnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kampanye internasional mendorong seluruh dunia termasuk Yogyakarta untuk meningkatkan kesadaran tentang apa itu Down Syndrome, memahami kondisi anak tersebut, dan bagaimana orang-orang dengan syndroma down dapat hidup berdampingan dan memainkan peran penting dalam kehidupan dan masyarakat. │Frenda Yentin 

back to top