Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

POLDA DIY Musnahkan Paket Shabu Seberat Setengah Kilogram.

Sleman-KoPi| Polda DIY lewat Direktorat Reserse Narkoba  memusnahkan barang bukti Narkoba jenis Shabu seberat 559,9 gram di halaman kantor Polda DIY, Rabu (30/5). Pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil penangkapan di tempat kejadian perkara (TKP) di bandara Internasional Adi Sutjipto, Sleman pada Jumat awal Mei (4/5) lalu. 

 

Direktur Ditresnarkoba, Kombespol Wisnu Widarto mengatakan kasus ini melibatkan setidaknya dua tersangka atas nama Ratna Indah Puspitasari dan Jajat Subagjat.  Kronologis Penangkapan sendiri dilakukan setelah Bea Cukai Bandara menemukan paket narkoba seberat setengah kilogram disembunyikan di dalam pakaian yang dikenakan tersangka Ratna.

"Kronologisnya pada hari Jumat, Ratna tiba dari penerbangan Malaysia dengan tujuan akhir Yogyakarta. Dari awal kedatangan, Bea cukai mencurigai gerak gerik tersangka setelah tiba di bandara. Dan benar saja, petugas menemukan barang bukti paket shabu di celana dalam tersangka,"ujar Wisnu.

Dari penangkapan tersebut, Ratna lalu dibawa ke Ditresnarkoba Polda DIY untuk diproses hukum. Setelah dikembangkan, Ditresnarkoba Polda DIY mendapati adanya seseorang yang akan menerima paket tersebut di Klaten

Pada Minggu (6/5), Ditresnarkoba menyiapkan rencana untuk menangkap penerima paket Ratna di Klaten. Pada pukul 5 sore, tersangka kedua bernama Jajat Subagjat alias Dayut bin Ujang Tarling (alm) (35) yang bekerja sebagai buruh harian lepas asal Jawa barat,  berhasil diringkus setelah berkontak langsung dengan Ratna yang sudah direncanakan oleh Polda DIY. 

Kombespol Wisnu mengatakan pihaknya sendiri belum menyelidiki lebih lanjut apakah Jajat ini memiliki kaitan erat dengan peredaran narkoba atau tersangka lainnya di Jawa Barat. Namun ia memastikan bahwa datangnya paket shabu ini berasal dari luar Yogyakarta dan dibawah naungan sindikat yang kemungkinan berjaringan internasional.

"Paket shabu ini berasal dari jaringan sindikat dan bukan perorangan,"tuturnya.

Berkaitan agenda pemusnahan sendiri, Ditresnarkoba Polda DIY mengikuti UUD pasal 93 dimana penyidik menerima surat penetapan pemusnahan dalam waktu tujuh hari dan diperpanjang menjadi 14 hari agar barang bukti segera di musnahkan. Hal ini dilakukan agar penyidik tidak terkena sanksi. Cara pemusnahan sendiri dilakukan dengan cara barang bukti direndam diember yang berisi air panas lalu dibuang di kloset. 

Wisnu menambahkan, tidak semua barang bukti tersebut dimusnahkan. Sebagian barang bukti akan disisihkan untuk proses dipengadilan. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkoba Nasional (BNN) Yogyakarta, Mujiyana mengerespon proses pemusnahan oleh penyidik Ditresnarkoba sudah dilakukan dengan benar. Narkoba jenis Shabu dikatakan sangat peka dan sangat mudah larut di air panas. 

Selain pelarutan di air, cara lainnya pemusnahan shabu bisa lewat pembakaran diatas seribu derajat celcius menggunakan tungku khusus. 

"Cara kedua ini memang menggunakan alat khusus, kita saja disini tidak punya alatnya. Alatnya ada di BNN Pusat," timpal Mujiyana.

Mujiyana juga menimpali bahwa penyitaan paket narkoba shabu sendiri adalah pencapaian besar bagi penyidik narkoba. Pasalnya, pihaknya menemukan bahwa sering sekali penemuan narkoba jenis shabu dalam bentuk paket-paket kecil. Disaat itulah, penyelidikan dan pengembangan kasus narkoba lanjutan dirasa sangat sulit dilakukan. 

"Paket-paket kecil ini sering ditemui dan diedar di jalan-jalan. Ini pula yang menyulitkan penyelidikan kami," tandasnya.

back to top