Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

PMII Tarbiyah UIN Kalijaga lakukan protes di Hari Tenaga Kerja Nasional

PMII Tarbiyah UIN Kalijaga lakukan protes di Hari Tenaga Kerja Nasional

Jogja-KoPi| PMII Rayon Wisma Tradisi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adakan aksi peringatan Hari Tenaga Kerja Nasional, bertempat di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (20/2).

Nahdi, Koordinator utama aksi mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak pekerja yang tidak mendapatkan perlakuan yang layak meskipun sudah ada peraturan perundang-undangnya.

"Peraturan seakan hanya dijadikan temeng birokrasi untuk menutupi setiap kebijakan busuk yang membunuh rakyat, seperti UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan," tambahnya.

Selain itu, ketenagakerjaan yang dijalankan di Indonesia juga dirasa tidak relevan dengan PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan. "UMP pada dasarnya tidak sesuai dengan jerih payah dan kebutuhan hidup manusia di tempat tinggalnya," tutur Nahdi.

Ketenagakerjaan yang banyak menggunakan tenaga kerja perempuan yang dibayar murah dan sering menjadi korban kekerasan juga tidak sesuai dengan PP No 78 tahun 2015.

"Padahal sesuai pasal 88  pekerja berhak memperoleh Pengadilan yang memenuhi penghidupan yang layak, serta pasal 91 mengatakan bahwa penetapan upah melibatkan pihak terkait," jelas Nahdi.

Pada aksi kali ini PMII Rayon Wisma Tradisi Fakultas Ilmu Tarbiyah menutut menolak diskrimanasi terhadap pekerja, menolak PP No 78 tahun 2015 yang bertentangan dengan UU No 13 tahun 2003. Selain itu juga menutut kenaikan UMP pada setiap wilayah, menghapus sistem outsourcing, serta memberikan jalinan perlindungan terhadap TKI di luar negeri.

back to top