Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pilwali Jogja dipandang tidak akan berikan perubahan

Pilwali Jogja dipandang tidak akan berikan perubahan

Jogja-KoPi“Pilwali (Pilihan Walikota) Jogja tidak akan berikan perubahan apa-apa bagi Jogja. Sudah 5 tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak untuk kepentingan masyarakat tapi untuk para elit,” jelas Gregorius Sahdan, Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD”, saat diskusi Pasca Pilwali Warga Berdaya, Kamis (19/1).

Pemerintahan Yogyakarta selama lima tahun terakhir tidak memperlihatkan prestasi yang baik. Kebijakan dan APBD hanya digunakan untuk kepentingan elit dan investor. Masyarakat hanya dibohongi pemerintah. Padahal Yogyakarta memiliki pendapatan yang meningkat di tahun ini, yaitu 507 miliar.

“Lima tahun terakhir cukup untuk dibohongi pemerintah. Tidak ada kesejahteraan, tidak ada penurunan kemiskinan, tidak ada perkembangan pemerintah yang bertambah baik”, jelas Gregorius Sahdan. 

Pilwali Jogja yang mengusung dua calon Imam Priyono - Achmad Fadli serta Haryadi Suyuti - Heroe Poerwadi dirasa tidak akan memberikan perubahan bagi perkembangan Yogyakarta. Pasalnya dua calon walikota tersebut merupakan walikota dan wakil walikota Yogyakarta sebelumnya yang telah memerintah di Yogyakarta selama lima tahun terakhir.

“Saya ragu dan tidak yakin bahwa pemerintahan lima tahun ke depan akan mensejahterakan masyarakat, pasalnya pemerintahan lima tahun terakhir sangat lambat dalam merespon masalah dan tertutup dalam pemerintahan”, ujar Gregorius Sahdan.

Selain itu, Gregorius Sahdan juga mengajak masyarakat untuk mengawal pemerintahan lima tahun ke depan dengan merebut APBD, membuat konsilidasi publik yang akan memperkuat masyarakat, serta menyatukan aktor-aktor masyarakat yang berserakan.

“Kita harus merebut APBD dengan cara melibatkan diri dalam kegiatan kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Membuat konsilidasi publik serta harus menyatukan aktor-aktor masyarakat yang berserakan untuk mengontrol pemerintahan, sehingga tidak dibohongi kembali oleh pemerintah”, papar Gregorius Sahdan.

back to top