Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Perpustakaan Rumah Pintar SAD diresmikan Bupati Merangin

Foto/Deno Foto/Deno

Merangin-KoPi| Bupati Kabupaten Merangin H Al Haris Provinsi Jambi kemarin (6/9),meresmikan Rumah Pintar Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang. Pustaka Alam tersebut, berisikan beraneka buku bacaan untuk para SAD.

Bupati mengatakan mencerdaskan SAD merupakan tanggungjawab semua lapisan masyarakat dan pemerintah. Acara dihadiri Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi Wasina itu,

‘’Masih banyak warga SAD dengan kondisi tubuh yang sempurna, namun belum punya pemikiran. Hal ini karena mereka lahir dan dibesarkan di hutan, tanpa dibekali dengan pendidikan yang layak,’’ujar Bupati.

Untuk itu bupati sangat memberikan apresiasi terhadap kehadiran Rumah Pintas SAD tersebut. Bupati akan terus mengembangkan Pustaka Alam itu, sehingga anak-anak warga SAD bisa banyak mendapatkan ilmu pendidikan,"lanjutnya

Juga mengajak seluruh lapisan masyarakat setempat untuk mendukung program tersebut. ia juga berharap bagaimana kemudian Pustaka ini bermanfaat untuk seluruh anak - anak desa tersebut.

Harapan saya, bagaimana kemudian program ini berjalan dengan baik, tentunya dukungan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan,"lanjutnya

Bagaimana kedepannya keberadaan pustaka ini juga dapat membantu seluruh pelajar yang ada di desa setempat dan tentunya tidak hanya bagi anak-anak SAD.

Bagi seluruh pelajar yang ada disini pustaka ini bisa dijadikan tempat bagi para pelajar yang ingin mencari buku bisa disini.

Disamping itu ia juga mengatakan bahwa hal ini juga sebagai upaya Membuka ruang bagi anak - anak SAD untuk terus belajar, tujuannya tentu untuk memberi semangat kepada anak-anak agar terus belajar dan menggali ilmu pengetahuan untuk kehidupan mereka dimasa yang akan datang.

Dalem pembukaan itu bupati langsung seiring sambil mendengarkan keluah warga duku awak dalam, dan mempersilahkan bagi warga sad yang ingin beratnya.

Pada kesempatan itu, warga SAD mengeluh kepada bupati belum adanya penerangan PLN di Rumah Pintar dan terbatasnya persediaan air bersih.

Atas keluhan itu, bupati akan secepat membantu penerangan dan pengadaan air bersih untuk warga SAD.

Menariknya bupati juga sempat berkunjung ke Pemukiman SAD. Sangat miris bupati cukup merasakan bagaimana warga SAD itu hidup bertahan dengan serba sederhana. Bahkan karena tidak punya uang, tidak setiap hari warga SAD makan nasi.

‘’Saya sebagai pemimpin akan sangat berdosa bila ada warga Merangin yang tidak makan nasi. Untuk itu saya sudah langsung telepon Bulog untuk mengirim beras ke Pemukiman SAD ini,’’jelas Bupati.

Warga SAD lanjut bupati, telah memilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) ini artinya warga SAD berhak mendapatkan beras raskin dan pelayanan kesehatan BPJS.
Untuk itu bupati akan memberikan fasilitas BPJS dan Raskin untuk warga SAD.

Sementara eed selaku pendamping Rumah pintar suku anak dalam mengatakan, dalam perpustakaan ini sekarang Lebih 2000 bukuk,"lanjutnya

Untuk anak rimba sendiri khususnya kecamatan pemenag yang sudah sekolah sekitar 15 orang, tiga orang suku anak dalam yang sudah duduk di bangku,smp sebanyak 3 orang.

Selebihnya 12 orang suku anak dalam masih duduk di bangku sekolah dasar (SD),"lanjutnya

Eed rumah pintar ini sebagian program sudung, sudah tiga tahun program ini kita sudah menyekolahkan suku anak dalam untuk kabupaten merangin sebanyak 45 orang.

Program sudung ,ini pada dasarya dan di siapkan sebagi dasar SAD ini sebelum mesuk sekolah, mereka kita ajarkan dulu mengenal huruf, mengenal angkan dan menulis,Setelah di anggap siap barulah merekan di daftarkan ke sekolahan.

Harapan dari program sudung, agar suku anak dalam bisa juga merasakan pendidikan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.

Sementara itu Danier, salah seorang SAD mengaku, sangat senang dengan dibangunnya perpustakaan. Itu akan dapat menambah kesempatan mereka untuk membaca dan menambah wawasan.

Senang dengan didirikan perpustakaan ini, kami dapat belajar di sini. Sangat membantu kami yang sulit belajar," kata Danier, yang tercatat sebagai siswa kelas VII di SMP 7 Merangin.|Deno

back to top